Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini http://suryamasrental.co.id Melatih Kejujuran Sejak Dini untuk Generasi Gemilang di Masa Mendatang Tue, 19 Sep 2017 14:32:12 +0000 id-ID hourly 1 Dabbah, hewan melata yang muncul ketika kiamat tiba http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/19/dabbah-hewan-melata-yang-muncul-ketika-kiamat-tiba/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/19/dabbah-hewan-melata-yang-muncul-ketika-kiamat-tiba/#respond Tue, 19 Sep 2017 14:32:12 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=115 Ad Dabbah Binatang Melata yang Muncul pada Akhir Zaman BY ADMIN • PUBLISHED MARET 11, 2016 • UPDATED MEI 5, 2016 Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, pada edisi kali ini kami insya Allah akan membahas salah satu tanda-tanda besar kiamat, sebagai kelanjutan dari pembahasan yang telah kita lewati pada edisi-edisi sebelumnya. Tanda hari […]

The post Dabbah, hewan melata yang muncul ketika kiamat tiba appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Ad Dabbah Binatang Melata yang Muncul pada Akhir Zaman
BY ADMIN • PUBLISHED MARET 11, 2016 • UPDATED MEI 5, 2016

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, pada edisi kali ini kami insya Allah akan membahas salah satu tanda-tanda besar kiamat, sebagai kelanjutan dari pembahasan yang telah kita lewati pada edisi-edisi sebelumnya. Tanda hari kiamat tersebut adalah keluarnya ad Dabbah (binatang melata) dari bumi.

Waktu Kemunculannya

Tentang waktu munculnya ad Dabbah ini Allah – subhanahu wa ta’ala – berfirman (yang artinya):

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” (An Naml: 82).

Ada beberapa penafsiran dari para ulama tentang makna الْقَوْلُ (perkataan) pada ayat tersebut. Sebagian menafsirkannya dengan ‘adzab’, apabila manusia telah rusak dan berhak mendapatkan adzab maka ad Dabbah akan keluar dari bumi. Sebagian lagi menafsirkannya dengan ‘murka dari Allah’.

Kapankah umat manusia dikatakan berhak mendapatkan adzab dan murka dari Allah?

Berkata sebagian ulama di antaranya sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu bahwa hal tersebut terjadi ketika manusia sudah tidak lagi mengajak kepada perkara-perkara ma’ruf (kebaikan) dan tidak pula melarang dari perkara-perkara kemungkaran ketika mengetahuinya. Kita berlindung kepada Allah dari adzab dan murka-Nya.

Ulama yang lain menafsirkan الْقَوْلُ dengan ‘bukti-bukti yang nyata dari Allah’, termasuk dalam bukti-bukti yang nyata tersebut adalah tanda-tanda besar kiamat yang telah muncul sebelumnya seperti keluarnya dajjal dan turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam. Setelah ‘bukti-bukti kekuasaan Allah tersebut nampak maka Allah akan mengeluarkan ad Dabbah dari bumi.

Ad Dabbah akan keluar pada akhir zaman, pada saat manusia telah berada dalam keadaan lemah iman dan rusak, sebagaimana yang dijelaskan oleh al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir ayat tersebut, “Binatang melata ini keluar pada akhir zaman ketika manusia telah rusak dan meninggalkan perintah-perintah Allah, serta mereka merubah agama yang benar. Allah mengeluarkan suatu binatang melata dari dalam bumi kemudian mengatakan kepada mereka hal tersebut” (‘Umdatut Tafsir hal 667).

Munculnya ad-dabbah berdekatan dengan waktu terbitnya matahari dari arah barat. Tidak diketahui apakah ad-dabbah muncul terlebih dahulu ataukah terbitnya matahari dari barat. Rasulullah bersabda:

إِنَّ أَوَّلّ الْآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا

“Sesungguhnya tanda-tanda (kiamat) yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari arah tenggelamnya (barat) dan keluarnya binatang melata kepada manusia pada waktu dhuha, yang mana saja dari keduanya terjadi terlebih dahulu maka yang lainnya menyusul sesaat setelahnya” (H.R. Muslim no 7570).

Dari hadits tersebut pula, diketahui bahwa kemunculan ad Dabbah tersebut adalah waktu dhuha, yaitu waktu di antara saat naiknya matahari setinggi tombak hingga saat matahari berada di puncak/tengah langit.

Ciri-ciri ad Dabbah

Sebagian ulama menyebutkan ciri-ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri-ciri yang disebutkan ditopang oleh dalil baik dari ayat Al Qur`an maupun dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri-cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui kecuali dari wahyu berupa ayat Al Qur`an ataupun hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.

Al ‘Allamah As Sa’dy berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat An Naml di atas: “Allah dan Rasul-Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasanya ia adalah termasuk dari tanda-tanda kekuasaan Allah, ia berbicara kepada manusia dengan cara yang di luar kebiasaan ketika telah jatuh ketetapan atas mereka, dan ketika mereka meragukan ayat-ayat Allah, hingga ia menjadi hujjah dan bukti bagi orang-orang yang beriman dan hujjah atas orang-orang yang menentang” (Tafsir As Sa’dy hal. 581)

Tempat keluarnya

Ulama juga berbeda pendapat tentang tempat keluarnya ad Dabbah tersebut. Sebagian dari pendapat tersebut didasarkan pada hadits yang sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ada yang didasarkan pada perkataan shahabat, hanya saja baik hadits maupun atsar shahabat tersebut tidak ada yang shahih.

Walhasil, tidak ada suatu hadits shahih atau atsar shahih yang bisa menjadi dasar untuk menentukan di mana tempat keluarnya ad Dabbah tersebut. Maka sekali lagi sikap yang benar bagi kita adalah hendaknya kita mengimani tentang keluarnya ad Dabbah, adapun mengenai di mana tempat keluarnya maka hal itu adalah urusan Allah dan kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Apa saja yang dilakukan ad Dabbah?

Adapun tentang hal-hal yang dilakukan ad Dabbah, maka pada permasalahan ini telah datang pengabaran dari ayat Al Qur`an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Ulama menyimpulkan bahwa yang akan dilakukan ad Dabbah ada tiga hal:
1. Berbicara kepada manusia
2. Memberi tanda kepada orang-orang kafir.
3. Memberi tanda kepada kaum mukminin, membuat terang wajah mereka hingga bersinar cemerlang.

Pada ayat An Naml: 82 yang telah kita lewati, Allah – subhanahu wa ta’aa – berfirman (yang artinya):

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” (An Naml: 82).

Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam penafsiran lafazh “تُكَلِّمُهُمْ” pada ayat tersebut.

Pendapat pertama: mengajak bicara mereka (manusia), dan ini adalah pendapat Ibnu ‘Abbas dalam satu riwayat, al Hasan al Bashri, Qatadah, dan diriwayatkan dari Ali.

Pendapat yang kedua: melukai mereka, yakni orang-orang kafir diberi tanda pada hidung mereka dengan cara melukainya. Ini adalah penafsiran Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dalam riwayat yang lain.

Penafsiran ini sesuai dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al Imam Ahmad rahimahullah dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Akan keluar ad Dabbah kemudian memberikan tanda pada hidung-hidung mereka (yakni orang-orang kafir – pent) maka mereka akan hidup di antara kalian, sampai-sampai ketika seseorang membeli binatang ternak kemudian dia ditanya: dari siapa engkau membelinya? Maka dia menjawab: dari orang yang memiliki tanda pada hidungnya”. Hadits ini dishahihkan oleh Al ‘Allamah Al Albany rahimahullah.

Hadits ini menunjukkan bahwa pada saat ad Dabbah tersebut keluar, maka ia akan memberikan tanda yang nampak jelas pada hidung orang-orang kafir sampai-sampai mereka dapat dikenali manusia dengan tanda tersebut.

Pendapat ini cocok dengan qiraah (riwayat bacaan) Abu Zur’ah ibn ‘Amr atas ayat An Naml: 82 tersebut, di mana beliau meriwayatkan ayat tersebut dengan lafazh “تَكْلَمُهُمْ” yang bermakna melukai.

Pendapat yang ketiga: bahwa lafazh “تكلمهم” memiliki kedua makna yang telah disebutkan pada kedua pendapat di atas, ini berarti ad Dabbah ketika keluar mengerjakan dua hal tersebut, mengajak bicara manusia dan juga memberikan tanda dengan melukai orang-orang kafir. Ini adalah pendapat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dalam satu riwayat.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah menyifati pendapat ketiga ini: “Itu adalah pendapat yang bagus, dan tidak ada pertentangan”. Yang beliau maksudkan adalah tidak ada pertentangan antara pendapat pertama dengan pendapat kedua.

Adapun tentang perbuatan ad Dabbah yang akan memberikan tanda berupa cahaya pada wajah orang-orang yang beriman adalah berdasarkan suatu hadits yang diperselisihkan keshahihannya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah, At Tirmidzy, dan Al Imam Ahmad rahimahumullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):

“Ad Dabbah akan keluar bersama cincin Sulaiman bin Dawud, dan tongkat Musa bin ‘Imron ‘alaihimassalam, kemudian ia akan memberi cahaya pada wajah orang yang beriman dengan tongkat serta menandai hidung orang kafir dengan cincin, sampai-sampai orang-orang yang mengitari meja makan berkumpul kemudian berkata salah seorang dari mereka (kepada orang yang bersinar wajahnya): wahai orang beriman, lalu ia menjawab kepadanya (orang yang memiliki tanda di hidungnya): wahai orang kafir”, yaitu orang-orang ketika itu saling mengenali siapa yang beriman di antara mereka, dan siapa yang kafir dengan tanda yang dibuat ad Dabbah tersebut.

Hadits ini digolongkan oleh Al ‘Allamah Al Albany sebagai hadits yang dha’if, adapun Asy Syaikh Ahmad Syakir maka beliau menshahihkannya, wallahu a’lam bis shawab.

Perkataan yang disampaikan oleh ad Dabbah

Sebagaimana dalam ayat An Naml: 82 di atas, ketika keluarnya ad Dabbah akan mengajak bicara manusia. Lalu apa perkataan yang akan disampaikannya?

Sebagian ulama mengatakan bahwa ad Dabbah akan berkata pada manusia bahwa sesungguhnya mereka dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat (tanda-tanda) kebesaran Allah, sebagaimana yang disebutkan dalam lafazh ayat tersebut. Dan di antara ayat-ayat Allah adalah tanda-tanda hari kiamat yang telah dikabarkan kemunculannya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya adalah keluarnya ad Dabbah. Ini menunjukkan bahwasannya seorang mukmin haruslah benar-benar beriman kepada tanda-tanda kiamat tersebut tanpa ada keraguan sedikit pun di dalam hati.

Sebagian lagi berkata bahwa ad Dabbah akan menyampaikan kepada manusia bahwa seluruh agama selain Islam adalah agama yang bathil. Ulama yang lain berpendapat bahwa ad Dabbah akan berbicara kepada orang-orang kafir dengan perkataan buruk yang tidak menyenangkan mereka. Demikianlah sekelumit pembahasan tentang binatang melata yang akan muncul pada akhir zaman, mudah-mudahan dapat memperkuat keimanan kita kepada hari kiamat yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab

Penulis: Ustadz Abu Ahmad Purwokerto

Oleh ittibaussalaf – April 21, 2016
➖➖➖➖➖➖➖➖
Ad Dabbah (Binatang Melata Yang Muncul Pada Akhir Zaman)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 2⃣

🕸 Ciri ciri Ad Dabbah.
▫Sebagian ulama menyebutkan ciri ciri ad Dabbah tersebut, namun tidak satu pun ciri ciri yang disebutkan di topang oleh dalil baik dari ayat Al Qur an maupun dari Hadits Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam Yang shahih. Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan Allah Ta’ala dan Rasul Nya tentang ad Dabbah, tanpa perlu menetapkan ciri cirinya secara mendetail, karena perkara tersebut termasuk hal ghaib yang tidak bisa diketahui dari wahyu berupa ayat al Qur an ataupun hadits Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam yang shahih.

▫Al ‘allamah as Sa’dy Rohimahullah berkata dalam lanjutan tafsir ayat 82 dari surat an Naml dia atas: Allah dan Rasul Nya tidaklah menyebutkan bagaimana wujud binatang melata ini, akan tetapi beliau menyebutkan dampak dan maksud dari dikeluarkannya binatang tersebut. Bahwasannya ia adalah termasuk dari tanda tanda kekuasaan Allah, ia berbicara kepada manusia dengan cara yang diluar kebiasaan ketika telah jatuh ketetapan atas mereka dan ketika mereka meragukan ayat ayat Allah, hingga ia menjadi hujjah dan bukti bagi orang orang beriman dan hujjah atas orang orang yang menentang. (Tafsir as Sa’dy hal.581).

🕸 TEMPAT KELUARNYA.
▫Ulama juga berbeda pendapat tentang tempat keluarnya Ad Dabbah tersebut. Sebagian dari pendapat tersebut didasarkan pada hadits yang sampai kepada Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan ada yang didasarkan pada perkataan sahabat, hanya saja baik hadits maupun atsar sahabat tersebut tidak ada yang shahih.

▪Walhasil, tidak ada suatu hadits shahih atau atsar yang bisa menjadi dasar untuk menentukan dimana tempat keluarnya ad Dabbah tersebut. Maka sekali lagi sikap yang benar bagi kita adalah hendaknya kita mengimani tentang keluarnya ad Dabbah, adapun mengenai dimana tempat keluarnya maka hal itu adalah urusan Allah Ta’ala dan kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

🕸.APA SAJA YANG DILAKUKAN AD DABBAH❓
▫Adapun tentang hal hal yang di lakukan ad Dabbah, maka pada permasalahn ini telah datang pengabaran dari ayat al Qur an dan hadits Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam yang shahih. Ulama menyimpulkan bahwa yang akan dilakukan ad Dabbah ada tiga hal :
1.Berbicara kepada manusia.
2.Memberi tanda kepada orang orang kafir.
3.Memberi tanda kepada kaum mukminin, membuat terang wajah mereka hingga bersinar cemerlang.
Ayat 82
۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (An-Naml 27:82)
«وإذا وقع القول عليهم» حق العذاب أن ينزل بهم في جملة الكفار «أخرجنا لهم دابة من الأرض تكلمهم» أي تكلم الموجودين حين خروجها بالعربية تقول لهم من جملة كلامها عنا «إن الناس» كفار مكة وعلى قراءة فتح همزة إن تقدر الباء بعد تكلمهم «كانوا بآياتنا لا يوقنون» لا يؤمنون بالقرآن المشتمل على البعث والحساب والعقاب، وبخروجها ينقطع الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر ولا يؤمن كافر كما أوْحى الله إلى نوح [أنه لن يؤمن من قومك إلا من قد آمن].
(Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka) yakni azab telah pasti menimpa mereka termasuk orang-orang kafir lainnya. (Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka) yaitu akan berbicara kepada orang-orang yang ada dari kalangan mereka; sewaktu binatang melata itu keluar ia langsung berbicara kepada mereka dengan memakai bahasa Arab. Dan garis besar dari apa yang dikatakannya itu ialah (bahwa sesungguhnya manusia) orang-orang kafir Mekah. Lafal Anna menurut qiraat yang lain dibaca Inna; qiraat ini dapat dipakai pula bilamana diperkirakan adanya huruf Ba sesudah lafal Tukallimuhum (dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”) mereka tidak beriman kepada Alquran yang di dalamnya disebutkan tentang adanya hari berbangkit, hari hisab amal perbuatan dan hari pembalasan. Dengan keluarnya binatang melata ini, maka terhentilah fungsi Amar Makruf dan Nahi Mungkar dan orang kafir yang beriman pada saat itu tidak dianggap lagi keimanannya, sebagaimana yang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Nuh melalui firman-Nya, “Bahwasanya sekali-kali, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang-orang yang telah beriman saja.” (Q.S. 11 Hud, 36). (Tafsir Al-Jalalain, An-Naml 27:82)
يُوقِنُونَ (82) }
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
Binatang ini kelak akan muncul di akhir zaman di saat manusia telah rusak dan mereka meninggalkan perintah-perintah Allah serta mengubah agama yang hak. Allah mengeluarkan bagi mereka binatang melata dari bumi, yang menurut suatu pendapat menyebutkan dari Mekah, sedangkan pendapat yang lain menyatakan bukan dari Mekah, seperti yang akan dirincikan keterangannya, dan hewan itu berbicara mengenai hal itu kepada manusia.
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah telah meriwayatkan dari Ali r.a., bahwa binatang itu dapat berbicara dan berucap kepada mereka dengan sebenar-benarnya.
Ata Al-Khurrasani mengatakan bahwa binatang itu berbicara kepada manusia seraya mengatakan, “Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ali dan dipilih oleh Ibnu Jarir, tetapi pendapat ini jelas perlu dipertimbangkan, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Ibnu Abbas dalam riwayat lain menyebutkan bahwa binatang itu melukai mereka. Dalam riwayat yang lainnya lagi dari Ibnu Abbas disebutkan pula bahwa binatang itu mengatakan, “Janganlah kamu me¬lakukan anu dan anu,” Pendapat ini merupakan pendapat yang baik, tidak ada pertentangan di antaranya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Banyak hadis dan asar yang menyebutkan tentang munculnya binatang ini. Berikut ini akan kami ketengahkan sebagian darinya yang mudah diketengahkan, dan hanya kepada Allah-lah kami memohon pertolongan.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فُرَات، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، عَنْ حُذَيفة بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ: أَشْرَفَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ أَمْرَ السَّاعَةَ فَقَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوا عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدُّخَانُ، والدابة، وخروج يأجوج ومأجوج، وخروج عيسى بن مَرْيَمَ، وَالدَّجَّالُ، وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعر عَدَنٍ تَسُوقُ -أَوْ: تَحْشُرُ -النَّاسَ، تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا”
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Furat, dari Abut Tufail, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Gifari yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. muncul dari kamarnya menemui kami ketika kami sedang memperbincangkan perihal hari kiamat, lalu beliau Saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh pertandanya, yaitu terbitnya matahari dari arah barat, munculnya asap (di langit), munculnya binatang (dari bumi), keluarnya Ya-juj dan Ma-juj, munculnya Isa ibnu Maryam as., munculnya Dajjal, dan tiga gerhana (yaitu gerhana di belahan barat, gerhana di belahan timur, dan gerhana di Jazirah Arabia) serta munculnya api dari pedalaman negeri ‘Adn yang menggiring atau menghimpunkan semua manusia; api itu ikut menginap di mana mereka menginap, dan ikut istirahat di siang hari di mana mereka istirahat di siang hari.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan para pemilik kitab sunan melalui berbagai jalur dari Furat Al-Qazzaz, dari Abut Tufail alias Amir ibnu Wasilah, dari Huzaifah secara marfu. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Imam Muslim telah me-riwayatkannya pula melalui hadis Abdul Aziz ibnu Rafi’, dari Abut Tufail, dari Huzaifah secara mauquf, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Jalur lain, Abu Daud At-Tayalisi telah meriwayatkan dari Talhah ibnu Amr dan Jarir Ibnu Hazim. Talhah mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Ubaidillah ibnu Umair Al-Laisi, bahwa Abut Tufail pernah menceritakan hadis berikut dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Gifari alias Abu Sarihah. Sedangkan Jarir mengatakan bahwa ia meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Ubaid, dari seorang lelaki dari kalangan keluarga Abdullah ibnu Mas’ud.
Hadis Talhah lebih sempurna dan lebih baik. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. menceritakan perihal binatang itu. Beliau bersabda,
“لَهَا ثَلَاثُ خَرْجَاتٍ مِنَ الدَّهْرِ، فَتَخْرُجُ خَرجة مِنْ أَقْصَى الْبَادِيَةِ، وَلَا يَدْخُلُ ذِكْرُهَا الْقَرْيَةَ -يَعْنِي: مَكَّةَ -ثُمَّ تَكْمُنُ زَمَانًا طَوِيلًا ثُمَّ تَخْرُجُ خَرْجة أُخْرَى دُونَ تِلْكَ، فَيَعْلُو ذِكْرُهَا فِي أَهْلِ الْبَادِيَةِ، وَيَدْخُلُ ذِكْرُهَا الْقَرْيَةَ” يَعْنِي: مَكَّةَ. -قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “ثُمَّ بَيْنَمَا النَّاسُ فِي أَعْظَمِ الْمَسَاجِدِ عَلَى اللَّهِ حُرْمَةً وَأَكْرَمِهَا: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، لَمْ يَرُعْهم إِلَّا وَهِيَ تَرْغو بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ، تَنْفُضُ عَنْ رَأْسِهَا التُّرَابَ. فَارْفَضَّ النَّاسُ عَنْهَا شتَّى وَمَعًا، وَبَقِيَتْ عِصَابَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، وَعَرَفُوا أَنَّهُمْ لَمْ يُعْجِزُوا اللَّهَ، فَبَدَأَتْ بِهِمْ فجَلَت وُجُوهَهُمْ حَتَّى جَعَلَتْهَا كَأَنَّهَا الْكَوْكَبُ الدُّرِّيُّ، وَوَلَّتْ فِي الْأَرْضِ لَا يُدْرِكُهَا طَالِبٌ، وَلَا يَنْجُو مِنْهَا هَارِبٌ، حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لِيَتَعَوَّذُ مِنْهَا بِالصَّلَاةِ، فَتَأْتِيهِ مِنْ خَلْفِهِ فَتَقُولُ: يَا فُلَانُ، الآن تصلي؟ فَيُقْبِلُ عَلَيْهَا فَتَسِمُهُ فِي وَجْهِهِ، ثُمَّ تَنْطَلِقُ وَيَشْتَرِكُ النَّاسُ فِي الْأَمْوَالِ، وَيَصْطَحِبُونَ فِي الْأَمْصَارِ، يُعْرَفُ الْمُؤْمِنُ مِنَ الْكَافِرِ، حَتَّى إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيَقُولُ: يَا كَافِرُ، اقْضِنِي حَقِّي. وَحَتَّى إِنَّ الْكَافِرَ لَيَقُولُ: يَا مُؤْمِنُ، اقْضِنِي حَقِّي”
“Binatang itu muncul tiga kali. Pertama kali muncul ialah di daerah pedalaman, dan kisah kemunculannya tidak sampai kepada penduduk kota (yakni Mekah). Lalu ia bersembunyi dalam masa yang cukup lama. Kemudian ia muncul lagi di lain waktu di daerah yang tidak terlalu dalam sehingga beritanya tersiar di kalangan semua penduduk daerah pedalaman dan sampai pula kepada penduduk kota, yakni Mekah.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: Ketika manusia sedang berada di masjid yang paling besar kesuciannya dan paling dimuliakan oleh Allah —yaitu Masjidil Haram— dalam keadaan tenang, tiba-tiba muncullah binatang itu di antara rukun (Yamani) dan Maqam Ibrahim seraya mengeluarkan suara lenguhan dan mengibaskan kepalanya menepiskan debu yang ada di kepalanya. Maka orang-orang pun bubar meninggal¬kannya menuju ke berbagai arah, sendiri-sendiri dan berbondong-bondong. Dan yang tinggal hanyalah segolongan kaum mukmin, mereka merasa yakin bahwa diri mereka tidak berdaya terhadap kekuasaan Allah. Maka binatang itu mulai mengecap mereka sehingga bersinarlah wajah mereka, dan menjadikan wajah mereka seakan-akan bintang yang bercahaya. Lalu hewan itu pergi mengembara ke seantero dunia, tiada seorang pun yang dapat mengejarnya dan tiada seorang pun yang melarikan diri selamat darinya. Sehingga ada seseorang yang melindungi dirinya dari (kejaran) binatang itu dengan (berpura-pura) salat. Lalu binatang itu datang dari arah belakang dan berkata, “Hai Fulan, sekarang engkau baru mau salat.” Maka lelaki itu menghadap ke arahnya, dan dia mengecapnya di wajahnya (dengan cap kafir), lalu ia pergi sedangkan lelaki itu kembali bergaul dengan orang-orang banyak bermuamalah dengan mereka dalam harta. Dan orang-orang di tempat-tempat yang ramai di kota-kota dapat dibedakan antara orang mukmin dan orang kafirnya (karena semuanya telah dicap pada wajahnya oleh binatang tersebut). Sehingga seorang mukmin berkata, “Hai orang kafir, bayarlah hakku.” Begitu pula orang kafir mengatakan, “Hai orang mukmin, bayarlah hakku.”
Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui dua jalur dari Huzaifah ibnu Usaid secara mauquf, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui Huzaifah ibnul Yaman secara marfu’. Disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di masa Isa putra Maryam, yang saat itu sedang tawaf di Baitullah. Akan tetapi, sanad hadis ini tidak sahih.
Hadis lain. Imam Muslim ibnul Hajjaj mengatakan:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ أَبِي حَيَّان، عَنْ أَبِي زُرْعَة، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: حَفظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا لَمْ أَنْسَهُ بَعْدُ: سمعتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “إِنْ أَوَّلَ الْآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحى، وَأَيَّتُهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا، فَالْأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيبًا”
telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bisyr, dari Abu Hayyan, dari Abu Zar’ah, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ia hafal sebuah hadis yang ia terima dari Rasulullah Saw. yang tidak pernah ia lupakan sesudahnya. Ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya mula-mula munculnya pertanda kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat (tempat tenggelamnya), dan munculnya binatang melata di kalangan manusia di pagi hari; mana saja dari salah satunya yang muncul, maka yang lainnya akan mengikutinya dalam masa yang dekat.
Hadis lain. Imam Muslim di dalam kitab sahihnya telah meriwayatkan:
مِنْ حَدِيثِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ -مَوْلَى الحُرَقَة -عَنْ أَبِيهِ: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًّا: طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، أَوِ الدُّخَانَ، أَوِ الدَّجَّالَ، أَوِ الدَّابَّةَ، أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ، أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ”
melalui Al-Ala ibnu Abdur Rahman ibnu Ya’qub maula Al-Hirqah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Bersegeralah mengerjakan amal-amal (kebaikan-, sebelum munculnya) enam perkara, yaitu terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, munculnya asap, Dajjal, binatang melata, dan perkara khusus seseorang dari kalian serta perkara umum.
Imam Muslim meriwayatkannya secara tunggal, dan hadis ini mempunyai syahid yang menguatkannya:
مِنْ حَدِيثِ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ زِيَادِ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًّا: الدَّجَّالَ، وَالدُّخَانَ، وَدَابَّةَ الْأَرْضِ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَأَمْرَ الْعَامَّةِ وخُويّصة أَحَدِكُمْ”
melalui riwayat Qatadah, dari Al-Hasan, dari Ziyad ibnu Abu Rabah, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Bersegeralah melakukan amal-amal (kebaikan sebelum munculnya) enam perkara, yaitu munculnya Dajjal, asap, binatang melata bumi, terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, perkara umum, dan perkara khusus menyangkut pribadi kalian.
Hadis lain. Ibnu Majah mengatakan:
حَدَّثَنَا حَرْمَلَة بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ وابن لَهِيعة، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سِنَان بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًا: طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدُّخَانَ، وَدَابَّةَ الْأَرْضِ، وَالدَّجَّالَ، وخُوَيّصة أَحَدِكُمْ، وَأَمْرَ الْعَامَّةِ”
telah menceritakan kepada kami Harmalah ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris dan Ibnu Lahi’ah, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Sinan ibnu Sa’id, dari Anas ibnu Malik, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda: Bersegeralah mengerjakan amal-amal (kebaikan sebelum datang) enam perkara, yaitu terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, munculnya asap, binatang melata, Dajjal, dan perkara khusus seseorang dari kalian serta perkara umum.
Ibnu Majah meriwayatkannya secara tunggal.
Hadis lain. Abu Daud At-Tayalisi mengatakan:
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَوْسِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “تَخْرُجُ دَابَّةُ الْأَرْضِ، وَمَعَهَا عَصَا مُوسَى وَخَاتَمُ سُلَيْمَانَ، عَلَيْهِمَا السَّلَامُ، فَتَخْطِمُ أَنْفَ الْكَافِرِ بِالْعَصَا، وتُجلي وجه المؤمن بِالْخَاتَمِ، حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّاسُ عَلَى الْخُوَانِ يُعْرَفُ الْمُؤْمِنُ مِنَ الْكَافِرِ”.
telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Uwais ibnu Khalid, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Kelak akan muncul hewan melata bumi yang membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman a.s. Lalu ia mencocok hidung orang kafir dengan tongkat, dan mencerahkan wajah orang mukmin dengan cincinnya sehingga manusia berkumpul di suatu perjamuan, sedangkan orang mukmin dan orang kafir dapat dibedakan.
Imam Ahmad meriwayatkannya dari Bahz, Affan, dan Yazid ibnu Harun. Ketiga-tiganya menerima hadis ini dari Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama. Dan disebutkan:
“فَتَخْطِمُ أَنْفَ الْكَافِرِ بِالْخَاتَمِ، وَتَجْلُو وَجْهَ الْمُؤْمِنِ بِالْعَصَا، حَتَّى إِنَّ أَهْلَ الْخُوَانِ الْوَاحِدِ لَيَجْتَمِعُونَ فَيَقُولُ هَذَا: يَا مُؤْمِنُ، وَيَقُولُ هَذَا: يَا كَافِرُ”.
Maka hidung orang kafir dicocok dengan cincin dan wajah orang mukmin dibuat bersinar dengan tongkat, sehingga para peserta suatu jamuan berkumpul dan seseorang (dari mereka) berkata, “Hai orang mukmin, ” dan yang lainnya berkata, “Hai orang kafir.”
Ibnu Majah meriwayatkannya dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yunus ibnu Muhammad Al-Muaddib, dari Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.
Hadis lain. Ibnu Majah mengatakan:
حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنَا أَبُو تُمَيْلة، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عُبَيْد، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيدة، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ذَهَبَ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مَوْضِعٍ بِالْبَادِيَةِ، قَرِيبٍ مِنْ مَكَّةَ، فَإِذَا أَرْضٌ يَابِسَةٌ حَوْلَهَا رَمْلٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “تَخْرُجُ الدَّابَّةُ مِنْ هَذَا الْمَوْضِعِ. فَإِذَا فِتْر فِي شِبْرٍ”.
telah menceritakan kepada kami Abu Gassan Muhammad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Abu Tamilah, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Buraidah, dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah membawanya pergi ke suatu tempat di pedalaman yang dekat dengan Mekah. Ketika sampai di suatu tanah kering yang dikelilingi oleh pasir, maka Rasulullah Saw. bersabda: Hewan itu akan muncul dari tempat ini.
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah, bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, “Hewan melata itu berbulu, berkaki empat, muncul dari salah satu Lembah Tihamah.”
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Marzuq, dari Atiyah yang telah mengatakan bahwa Abdullah pernah mengatakan, “Binatang melata itu akan muncul dari tanah retak yang ada di Bukit Safa, selama tiga hari sepertiganya belum keluar; hewan itu larinya kencang seperti kuda balap.”
Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Aban ibnu Saleh yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Amr pernah ditanya tentang binatang melata tersebut. Maka ia menjawab, “Binatang melata itu keluar dari bawah batu besar yang terdapat di Jiyad. Demi Allah, seandainya aku ada bersama mereka (di masanya) atau kalau aku mampu berbuat dengan tongkatku ini, tentulah aku akan membantu mengangkat batu besar yang muncul hewan tersebut dari bawahnya.” Ketika ditanyakan, “Lalu apa yang dilakukan oleh hewan melata itu, hai Abdullah ibnu Amr?” Ia menjawab, “Hewan melata itu menghadap ke arah timur, lalu mengeluarkan teriakannya yang dapat menembus semua kawasan timur, dan ia menghadap ke arah Syam, lalu mengeluarkan teriakan yang terdengar sampai ke negeri Syam, lalu menghadap ke arah barat dan mengeluarkan suara teriakannya hingga terdengar sampai ke barat, lalu menghadap ke arah negeri Yaman dan mengeluarkan suara teriakannya hingga terdengar sampai ke Yaman. Kemudian di petang hari ia pergi dari Mekah, dan pada keesokan harinya telah berada di Asfan.” Ketika ditanyakan lagi, “Lalu apa yang dilakukannya?” Abdullah ibnu Amr menjawab, “Saya tidak tahu.”
Abdullah ibnu Umar menurut riwayat yang bersumber darinya menyebutkan bahwa binatang melata itu muncul di malam Juma’ (berkumpulnya orang haji di Mina). Ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, tetapi di dalam sanadnya terdapat Ibnul Bailamani.
Wahb ibnu Munabbih telah menceritakan sabda Nabi Uzair a.s. yang mengatakan bahwa kelak akan muncul dari kota Sodom binatang melata yang dapat berbicara dengan manusia; semua orang mendengar suaranya. Wanita-wanita yang sedang mengandung melahirkan kandungannya sebelum sempurna masa kandungannya, air yang tadinya tawar berubah menjadi asin, orang-orang yang tadinya bersahabat saat itu menjadi saling bermusuhan, kitab-kitab yang bermanfaat dibakar dan ilmu diangkat (dilenyapkan), dan di masa itu manusia mengharapkan apa yang tidak dapat mereka capai, bersusah payah untuk meraih apa yang tidak mereka jangkau, dan bekerja untuk mencari apa yang tidak mereka makan. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim, dari Wahb ibnu Munabbih.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh juru tulis Al-Lais, talah menceritakan kepadaku Mu’awiyah Ibnu Saleh, dari Abu Maryam; ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa sesungguhnya binatang melata itu mempunyai bulu yang beraneka ragam, semua warna ada pada bulunya, dan jarak antara satu ujung tanduk ke ujung tanduk lainnya sama dengan jarak satu farsakh (saking besarnya).
Ibnu Abbas mengatakan bahwa binatang melata tersebut bentuknya seperti tombak yang sangat besar.
Amirul Mu-minin Ali ibnu Abu Talib r.a. telah mengatakan bahwa sesungguhnya hewan melata itu mempunyai bulu dan rambut serta mem¬punyai teracak, tetapi tidak berekor dan mempunyai jenggot. Sesungguh¬nya hewan ini saking besarnya selama tiga hari sepertiga dari tubuhnya masih belum muncul (dari bumi). Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnuz Zubair yang menggambarkan tentang binatang melata tersebut. Ia mengatakan bahwa kepala binatang itu seperti banteng, matanya seperti babi, telinganya seperti gajah, tanduknya seperti kijang jantan, lehernya seperti burung unta (panjang), dadanya seperti dada singa, tetapi warnanya adalah warna macan tutul, pinggangnya mirip dengan pinggang kucing hutan, ekornya seperti ekor biri-biri, dan kaki-kakinya seperti kaki unta; di antara dua tulang ruasnya, panjangnya adalah dua belas hasta.
Ia membawa tongkat Nabi Musa dan cincin Nabi Sulaiman; maka tidak dibiarkannya seorang mukmin melainkan diberi tanda pada wajahnya dengan tongkat Nabi Musa, capnya putih, lalu cap itu menyebar ke seluruh wajahnya sehingga wajahnya menjadi putih bersinar. Dan tidak dibiarkannya seorang kafir pun melainkan ia cap dengan cap hitam dari cincin Nabi Sulaiman, lalu warna hitam itu menyebar ke seluruh wajahnya hingga wajahnya menjadi hitam.
Sehingga orang-orang melakukan transaksi jual beli di pasar-pasar, lalu mereka mengatakan, “Berapakah ini, hai orang mukmin; dan berapakah ini hai orang kafir?” Sehingga suatu keluarga duduk di perjamuan mereka, sedangkan mereka mengetahui siapa yang beriman di antara mereka dan siapa yang kafir (karena semua ada tanda capnya).
Kemudian binatang melata itu berkata kepada mereka, “Hai Fulan, bergembiralah, engkau termasuk ahli surga; dan hai Fulan, engkau termasuk penghuni neraka.” Yang demikian itu disebutkan oleh firman Allah Swt:
{وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الأرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ}
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (An-Naml: 82)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari akhir alias hari kiamat menjadi ketentuan yang tak bisa diterka waktu kedatangannya oleh siapapun, terkecuali menjadi rahasia Allah SWT sendiri. Ia hanya menjadi perkara yang wajib diimani keberadaannya oleh setiap muslim. Di dalam Alquran, Allah SWT telah memberikan banyak keterangan dan ciri-ciri terjadinya hari akhir. Kiamat terjadi setelah adanya tanda-tanda yang dikelompokkan ke dalam dua bagian, yakni tanda-tanda kecil (sughra); semisal maraknya kedurhakaan, merebaknya kemaksiatan, dan lainnya. Juga tanda-tanda besar (kubra), seperti yang sebagian disebut dalam QS. An-Naml ayat 82:

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan Dabbat al-Ard (sejenis binatang melata) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

“Dabbat dari segi bahasa berarti sesuatu yang bergerak. Maka, dalam hal ini bisa manusia, bisa juga binatang. Namun kebanyakan ulama menyebut dia adalah sejenis binatang berkaki empat. Sementara sebagian lain memaknai bahwa Dabbat adalah manusia yang bodoh, bukan kebodohan dalam arti tidak mengetahui teknologi, akan tetapi kebodohan dalam segi spiritual dan iman,” kata KH Quraish Shihab dalam tayangan Tafsir Al-Mishbah di Metro TV, Sabtu (18/6/2016).

Tanda berikutnya, manusia dikumpulkan sesuai dengan keyakinannya terhadap kekuasaan Allah SWT. Tahapan ini merupakan bagian dari proses menuju peradilan Tuhan. Pada ayat berikutnya Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).”

“Kelak yang tidak beriman atau yang mendustakan ayat-ayat dikelompokkan, ditahan, diawasi, menunggu proses yang lebih jauh. Lalu mereka ditanyai Allah SWT seperti dalam QS. An-Naml ayat 84, ‘Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?,” terang Quraish Shihab.

Di balik sebuah pertanyaan terdapat makna, fungsi, dan tujuan yang beragam. Pertanyaan Tuhan dalam ayat di atas difungsikan sebagai kecaman untuk orang-orang yang mengingkari peringatan Allah SWT di dalam Alquran.

“Ibaratnya seorang ibu yang bertanya kepada anaknya, ‘kamu tidak mau menuruti kata-kata ibu?. Itu mengandung kecaman. Hingga nantinya azab Allah SWT diturunkan kepada mereka sehingga mereka tidak lagi bisa berkata apa-apa,” kata Quraish Shihab.

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (QS. An-Naml: 87).

Di kala terumpet sangkakala ditiupkan, manusia akan merasakan keresahan dan ketakutan yang sangat. Suasana bumi diliputi gempa yang dahsyat, gunung-ganang hancur dan berterbangan (QS. Al-Qariah dan QS. At-Takwir), kerak-kerak bumi dijungkir-balikkan, laut ditumpahkan dengan suhu yang panas mendidih (QS. At-Takwir), kebakaran hebat akibat letusan gunung berapi, dan seterusnya, sehingga bumi padam tanpa cahaya sedikitpun.

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Naml: 88).

“Jika memahami tanda-tanda ini, sekarang pun sudah bisa disaksikan. Sekarang ini jazirah Arab mendekat ke Iran, lempeng Australia mengarah ke utara, yakni ke Indonesia. Dengan perjalanan satu centi meter per tahun. Ini membuktikan bahwa firman Allah SWT yang menyatakan gunung-gunung bergerak itu nyata,” kata Quraish Shihab.

Namun di saat manusia diliputi ketakutan yang dahsyat itu, kata Quraish Shihab, ada orang-orang yang dikehendaki Allah SWT untuk tetap tenang. Mereka adala orang-orang yang dijanjikan akan mendapatkan perlindungan dan rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa.

“Ini bisa dimaknai sejak sekarang. Kalau hati sedang bergejolak atau bimbang, apa yang bisa membuat tenang?, selain nilai-nilai Ilahi, sebab keyakinan adanya Tuhan,” pesan Quraish Shihab.

(SBH)

Apabila janji Allah akan datangnya hari kiamat itu semakin dekat, dan orang-orang kafir itu hampir ditimpa azab, Allah akan mendatangkan binatang melata dari dalam bumi yang dapat bercakap-cakap. Di antara ucapannya adalah: “Sesungguhnya orang-orang kafir itu mengingkari seluruh mukjizat dan tidak mau beriman pada hari kiamat. Saat ini terbukti apa yang sebelumnya mereka ingkari. Inilah dahsyatnya hari kiamat dan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi sesudah itu. “(1). (1) Demikianlah penafsiran ayat ini bedasarkan makna tekstualnya. Ada dua pendapat lain mengenai penafsiran makna ayat ini. Pertama, yang dimaksud dengan kata “dâbbah” dalam ayat ini adalah apa saja yang berjalan (melata) di atas bumi, termasuk binatang dan manusia. Dalam konteks penafsiran ini, pengertian yang mungkin lebih tepat adalah bahwa kata “dâbbah” berarti ‘manusia’, yang muncul menjelang hari kiamat. Dengan demikian, ayat ini berarti sebagai berikut: “Apabila kepastian bahwa orang-orang kafir akan mendapat siksa telah datang, mereka akan didatangi sekelompok orang beriman yang berjalan melalui lembah atau dataran hingga mengoncangkan orang-orang kafir dan memporak-porandakan bangunannya”. Kedua, kata “dâbbah” di atas dapat diartikan sebagai ‘orang-orang jahat’ yang, karena kebodohannya, disamakan dengan hewan melata. Pendapat ini dicantumkan oleh Al-Ashfahânî dalam bukunya Al-Muqarrarât. Dengan begitu, ayat itu berarti demikian: “Ketika hari kiamat telah hampir tiba, bumi ini akan dipenuhi oleh kejahatan dan kerusakan. Lalu terjadilah peristiwa kiamat yang didustakan oleh orang-orang kafir itu”. Peristiwa dan kenyataan itulah, bukan sekadar ungkapan, yang dimaksud dengan kata “qawl” dalam ayat ini. Dalam hal ini, kedua pendapat tadi tidak jauh berbeda.Quraish Shihab

(Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka) yakni azab telah pasti menimpa mereka termasuk orang-orang kafir lainnya. (Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka) yaitu akan berbicara kepada orang-orang yang ada dari kalangan mereka; sewaktu binatang melata itu keluar ia langsung berbicara kepada mereka dengan memakai bahasa Arab. Dan garis besar dari apa yang dikatakannya itu ialah (bahwa sesungguhnya manusia) orang-orang kafir Mekah. Lafal Anna menurut qiraat yang lain dibaca Inna; qiraat ini dapat dipakai pula bilamana diperkirakan adanya huruf Ba sesudah lafal Tukallimuhum (dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”) mereka tidak beriman kepada Alquran yang di dalamnya disebutkan tentang adanya hari berbangkit, hari hisab amal perbuatan dan hari pembalasan. Dengan keluarnya binatang melata ini, maka terhentilah fungsi Amar Makruf dan Nahi Mungkar dan orang kafir yang beriman pada saat itu tidak dianggap lagi keimanannya, sebagaimana yang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Nuh melalui firman-Nya, “Bahwasanya sekali-kali, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang-orang yang telah beriman saja.” (Q.S. 11 Hud, 36). (Tafsir Jalalayn
KELUARNYA BINATANG DARI PERUT BUMI

Oleh
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil

Munculnya binatang bumi di akhir zaman adalah salah satu tanda dekatnya Kiamat telah tetap berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah:

1. Dalil-Dalil Kemunculannya

a. Dalil-dalil dari al-Qur-an al-Karim:
Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” [An-Naml: 82]

Ayat yang mulia ini menjelaskan kemunculan binatang. Hal itu terjadi ketika manusia telah rusak, meninggalkan perintah-perintah Allah, dan menggantikan agama yang benar. Ketika itu Allah mengeluarkan binatang dari dalam bumi kepada mereka, lalu dia berbicara dengan manusia atas hal itu. [1]

Para ulama berkata tentang makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ , maksudnya adalah telah pasti ancaman atas mereka karena perbuatan mereka yang terus-menerus melakukan kemaksiatan, kefasikan, pembangkangan, berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mentadabburinya, tidak mengamalkan hukumnya, juga tidak berhenti melakukan kemaksiatan, dan sehingga nasihat tidak lagi bermanfaat, tidak dapat diingatkan lagi dari kedurhakaan. Lalu Allah berfirman, ‘Jika mereka telah demikian, maka Kami akan mengeluarkan binatang dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan mereka,’ yaitu binatang yang dapat memahami dan berbicara dengan mereka, padahal biasanya binatang tidak bisa berbicara dan tidak mengerti, hal itu agar dia memberitahukan manusia bahwa apa yang terjadi adalah tanda (dekatnya Kiamat) dari Allah Ta’ala.[2]

‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Jatuhnya perkataan (ketetapan) atas mereka terjadi dengan wafatnya para ulama, hilangnya ilmu dan diangkatnya al-Qur-an.”

Kemudian beliau berkata, “Perbanyaklah membaca al-Qur-an sebelum ia diangkat!” Mereka bertanya, “Mushhaf-mush-haf ini akan diangkat, lalu bagaimana dengan yang ada dalam dada-dada manusia (hafalan mereka)?” Beliau menjawab, “Al-Qur-an akan diambil pada malam hari, lalu di pagi harinya mereka kosong (dari al-Qur-an), melupakan Laa ilaaha illallaah, dan mereka terjatuh pada ucapan Jahiliyyah juga sya’ir-sya’ir mereka, hal itu terjadi ketika perkataan (ketetapan) jatuh atas mereka.” [3]

b. Dalil-dalil dari as-Sunnah al-Muthahharah.
Pertama: Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ، لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـي إِيْمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ.

“Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.’”[4]

Kedua: Beliau pun meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku telah menghafal satu hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah kulupakan setelahnya, aku mendengar beliau bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَـى النَّاسِ ضُحًى، فَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا.

‘Sesungguhnya tanda-tanda (Kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu dhuha. Mana saja yang terlebih dahulu, maka yang lainnya terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat.’” [5]

Ketiga: Telah dijelaskan sebelumnya hadits Hudzaifah bin Asid tentang tanda-tanda besar Kiamat, disebutkan di antaranya binatang, dan pada sebagian riwayat lain “Binatang bumi”. [6]

Keempat: Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu secara marfu’ kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تَخْرُجُ الدَّابَّةُ، فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيْمِهِمْ، ثُمَّ يَغْمُرُوْنَ فِيْكُمْ، حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيْرَ فَيَقُوْلُ: مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ؟ فَيَقُوْلُ: اِشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمَخَطِّيِّيْنَ.

“Akan keluar binatang, lalu dia akan memberikan tanda kepada manusia pada hidung mereka, kemudian mereka akan menjadi banyak di tengah-tengah kalian, sehingga ada seseorang yang membeli unta, lalu dia bertanya, ‘Dari siapakah engkau membelinya?’ Dia menjawab, ‘Dari seseorang yang hidungnya diberikan tanda.’” [7]

Kelima: Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا… (وَذَكَرَ مِنْهَا:) دَابَّةَ اْلأَرْضِ.

“Bersegeralah kalian beramal (sebelum datang) enam hal:… (beliau menyebutkan di antaranya:) binatang bumi.” [8]

Keenam: Al-Imam Ahmad dan at-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تَخْرُجُ الدَّابَّةُ وَمَعَهَا عَصَا مُوْسَـى q وَخَاتَمُ سُلَيْمَانَ q، فَتَخْطِمُ الْكَـافِرَ -قَالَ عَفَّانُ (أَحَدُ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ): أَنْفَ الْكَافِرِ- بِالْخَاتَمِ وَتَجْلُوْ وَجْهَ الْمُؤْمِنِ بِالْعَصَا، حَتَّى إِنَّ أَهْلَ الْخِوَانِ لَيَجْتَمِعُوْنَ عَلَى خِوَانِهِمْ فَيَقُوْلُ هَذَا: يَا مُؤْمِنُ! وَيَقُوْلُ هَذَا: يَا كَافِرُ!

“Seekor binatang akan keluar dengan membawa tongkat Musa, dan cincin Sulaiman Alaihissallam, lalu dia akan memberikan tanda (cap sebagai tanda pengenal) kepada seorang kafir -Affan [9] (salah seorang perawi hadits) berkata, ‘Pada hidung seorang kafir- dengan cincin, dan menjadikan bercahaya serta memutihkan wajah seorang mukmin dengan tongkat, se-hingga orang-orang yang sedang berkumpul pada hidangan makanan akan saling menyeru, maka yang ini berkata, ‘Wahai mukmin!’ Sementara yang lain berkata, ‘Wahai Kafir!’” [10]

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Lihat Tafsiir Ibni Katsir (VI/220).
[2]. At-Tadzkirah (hal. 697) dengan sedikit perubahan.
[3]. Tafsiir ath-Thabari (XIII/234).
[4]. Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan (II/195, Syarh an-Nawawi).
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah bab Dzikrud Dajjal (XVIII/77-78, Syarh an-Nawawi).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).
[7]. Musnad Imam Ahmad (V/268, dengan catatan pinggir Muntakhab al-Kanz).
Al-Haitsami berkata, “Perawinya adalah perawi ash-Shahiih selain ‘Umar bin ‘Abdirrahman bin ‘Athiyyah, dia adalah tsiqat.” Majma’uz Zawaa-id (VIII/6).
Al-Albani berkata, “Shahih.” Lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (III/37, no. 2924), dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (I/3/31, no. 322).
[8]. Shahiih Muslim , bab fii Baqiyyati min Ahaadiitsid Dajjal (XVIII/781, Syarh an-Nawawi).
[9]. Beliau adalah Abu ‘Utsman, ‘Affan bin Muslim bin ‘Abdillah ash-Shifar al-Bashri, dia adalah tsiqat tsabtan hujjatan (haditsnya diterima sebagai hujjah), banyak meriwayatkan hadits, wafat pada tahun 220 H rahimahullah. Lihat Tahdziibut Tahdziib (VII/230-234).
[10].Musnad Imam Ahmad (XV/79-82, no. 7924) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”

Sumber: https://almanhaj.or.id/747-pasal-kedelapan-keluarnya-binatang-dari-perut-bumi.html

The post Dabbah, hewan melata yang muncul ketika kiamat tiba appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/19/dabbah-hewan-melata-yang-muncul-ketika-kiamat-tiba/feed/ 0
Cara Mengembalikan Bakup data di Folder Dapopaud http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-mengembalikan-bakup-data-di-folder-dapopaud/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-mengembalikan-bakup-data-di-folder-dapopaud/#comments Mon, 18 Sep 2017 03:15:11 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=107 Bakup Data Dapopaud Anda mungkin bertanya-tanya ? copy data backup saja kok ribet ya!.. sama mulanya saya juga berpikiran seperti itu tetapi pada akhirnya pintu hati saya terbuka dan dapat menerima kenyataan bahwa mengcopy database itu tidak semudah copy paste? Dampak yang paling parah timbul adalah tidak jalannya program dapopaud akibat kita copy data yang […]

The post Cara Mengembalikan Bakup data di Folder Dapopaud appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Bakup Data Dapopaud

Anda mungkin bertanya-tanya ? copy data backup saja kok ribet ya!.. sama mulanya saya juga berpikiran seperti itu tetapi pada akhirnya pintu hati saya terbuka dan dapat menerima kenyataan bahwa mengcopy database itu tidak semudah copy paste?

Dampak yang paling parah timbul adalah tidak jalannya program dapopaud akibat kita copy data yang serampangan (bahasa inggrisnya : sebasingan)

Langkah yang pertama yaitu anda harus matikan dulu service data yang ada di control panel. Caranya klik kanan pada folder computer di menu start awal windows anda

lalu pilih yang dilingkari

selanjutnya

 

setelah yakin tulisan stared nya hilang …. silahkan anda copy database dan dataweb backup tadi ke folder dapopaud

setelah selesai jangan lupa aktifkan kembali kedua sistem tadi yang dengan klik start. (Pada saat copy data pilih replaced dan jangan pilih yang lain yach)

Silahkan mencoba… tulisa ini dibuat dalam keadaan tidak sadar dan  dibawah tekanan jadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan itu menjadi resiko anda sendiri (do with your own risk)

 

 

The post Cara Mengembalikan Bakup data di Folder Dapopaud appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-mengembalikan-bakup-data-di-folder-dapopaud/feed/ 1
Cara cek hasil sikronisasi data Dapopaud di Server Pusat http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-cek-hasil-sikronisasi-data-dapopaud-di-server-pusat/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-cek-hasil-sikronisasi-data-dapopaud-di-server-pusat/#comments Mon, 18 Sep 2017 03:00:05 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=100 Langkah pertama adalah tetap baca bismillah. Lalu klik laman Manajemen Paud pusat seperti di bawah ini: Apabila ternyata di google anda tidak menemukan alamat tersebut di atas, berarti anda sedang tidak punya kuota internet alias buntu!!! selanjutnya anda masuk bagian Sync Dapodik PAUD Setelah itu klik nama cari… dan ketik nama tk anda

The post Cara cek hasil sikronisasi data Dapopaud di Server Pusat appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Langkah pertama adalah tetap baca bismillah. Lalu klik laman Manajemen Paud pusat seperti di bawah ini:

Apabila ternyata di google anda tidak menemukan alamat tersebut di atas, berarti anda sedang tidak punya kuota internet alias buntu!!!

selanjutnya anda masuk bagian Sync Dapodik PAUD

Setelah itu klik nama cari… dan ketik nama tk anda

The post Cara cek hasil sikronisasi data Dapopaud di Server Pusat appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/cara-cek-hasil-sikronisasi-data-dapopaud-di-server-pusat/feed/ 1
Mengatasi Gagal Sinkron 80% error Mst_wilayah http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/mengatasi-gagal-sinkron-80-error-mst_wilayah/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/mengatasi-gagal-sinkron-80-error-mst_wilayah/#respond Mon, 18 Sep 2017 02:15:01 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=89 Cara mengatasi Error Data Sinkron 40% atau 80% Salam Error Data!!! Dari kalimat pembuka yang biasanya digunakan salam satu data. Dalam posting kali ini admin rubah dengan salam error data. Sudah menjadi tradisi di awal-awal entry data dapodik kita akan mengalami trouble pada saat melakukan sinkronisasi data. Diantara masalah yang dikeluhkan oleh sahabat operator dan […]

The post Mengatasi Gagal Sinkron 80% error Mst_wilayah appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Cara mengatasi Error Data Sinkron 40% atau 80%

Salam Error Data!!!

Dari kalimat pembuka yang biasanya digunakan salam satu data. Dalam posting kali ini admin rubah dengan salam error data. Sudah menjadi tradisi di awal-awal entry data dapodik kita akan mengalami trouble pada saat melakukan sinkronisasi data.

dapodik paud error 80%
error sinkronisasi dapodik paud

Diantara masalah yang dikeluhkan oleh sahabat operator dan tentunya ini bikes sekali alias bikin keseleo. Error sinkornisasi pada saat 80%  dan warning yang muncul errot mst_wilayah errot pada bla..bla…bla snyc.php. Sebagai operator yang sabar, baik hati dan rajin menabung tentunya kita akan mencari sendiri solusinya.

Mulai dari searching di google, tanya kawan lain di komunitas facebook atau bahkan pergi ke mbah dukun bahkan kalo yang sudah pusing hingga sampe stress ada juga yang sampe masuk Rumah sakit Jiwa Ernaldi Bahar hanya karena ingin cari wifi gratis (oh saya kira gila).

Berikut saya bagikan trik untuk mengatasi error 80% tersebut. Apabila ternyata tidak manjur jangan marah. Tetapi kalo manjur dan berhasil tolong sharing ke teman-teman operator yang lain sebagai amal jariyah. Amin ya robbal alamin.

  1. Error 80% tersebut pada dasarnya kalo kita cek di manajemen Paud (Baca juga : Cara Cek Hasil Sinkronisasi di Server Pusat) sudah dinyatakan berhasil.

cek sinkronisasi data dapodik paud

 

2. Walaupun sudah terkirim di server dengan keterangan berhasil memproses…..bla..bla.,, tetapi hati kita masih terasa perih dan sedih… kok cuman 80% ya! nanti ada apa-apa dikemudian hari. Bahkan lagi asyik enak santai nggak taunya disuruh kirim ulang data sinkron. Bahkan yang lebih fatal lagi guru sertifikasi tidak keluar duitnya (syukurin aja.. orang operator gak pernah di bagi kok)

3. Untuk mengatasi masalah tersebut tidak cukup hanya dengan tawakal atau mendekatkan diri kepada Yang Maha kuasa, tetapi perlu ikhtiar dan kerja keras. Karena kerja keras adalah kunci keberhasilan kita semua. (cepet oi… caranya gimana?? ngeles mulu)

4. Cara terampuh adalah anda perlu membackup dulu dua file di direktori dapopaud yaitu database dan dataweb ke folder lainnya.

data di bakup dulu
bakup data ke flashdisk

 

4. Setelah di bakup selanjutnya anda uninstall atau hapus dulu program dapodik paud nya sampe bersih dan hapus juga folder dapopaud yang di folder program files.  (Lakukan dengan resiko ditanggung sendiri / Do with own risk)

5. Setelah yakin program dapopaud sirna dari komputer kita, selanjutnya anda install kembali master dapopaud versi yang ada dan jangan lupa pada saat install klik kanan dan pilih Run as Administrator

run as administrator
run as administrator

6. Setelah install selesai sebaiknya anda menarik nafas panjang terlebih dahulu, kendurkan otot-otot yang tegang dan bagi yang muslim banyak beristighfar (apa hubungannya bro?).

7. Langkah selanjutnya kembalikan data bakup tadi kefolder dapopaud. Nah untuk mengcopy balik data ke folder tersebut ada triknya. Tidak sembarangan dan perlu langkah-langkah yang agak rumit.

Baca dulu : Cara Mengembalikan Bakup data di Folder Dapopaud

 

The post Mengatasi Gagal Sinkron 80% error Mst_wilayah appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/18/mengatasi-gagal-sinkron-80-error-mst_wilayah/feed/ 0
Rencana Kegiatan Harian RKH PAUD Tema 1 Diri sendiri http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/04/rencana-kegiatan-harian-rkh-paud-tema-1-diri-sendiri/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/04/rencana-kegiatan-harian-rkh-paud-tema-1-diri-sendiri/#respond Mon, 04 Sep 2017 01:39:07 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=82 RKH 1 Diri Sendiri Untuk bahan contoh RKH PAUD tema 1 tentang diri sendiri silahkan di download bunda

The post Rencana Kegiatan Harian RKH PAUD Tema 1 Diri sendiri appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
RKH 1 Diri Sendiri

Untuk bahan contoh RKH PAUD tema 1 tentang diri sendiri silahkan di download bunda

RKH Tema diri sendiri

The post Rencana Kegiatan Harian RKH PAUD Tema 1 Diri sendiri appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/04/rencana-kegiatan-harian-rkh-paud-tema-1-diri-sendiri/feed/ 0
Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 10-13 http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-10-13/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-10-13/#respond Sun, 03 Sep 2017 15:49:26 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=80 Jaringan Tema Minggu 10-13 PAUD  

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 10-13 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Jaringan Tema Minggu 10-13 PAUD

 

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 10-13 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-10-13/feed/ 0
Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 1-4 http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-1-4/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-1-4/#respond Sun, 03 Sep 2017 15:47:22 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=77 nah monggo disedot untuk jaringan tema pembelajaran minggu 1-4 Baca juga : Jaringan tema pembelajaran minggu 5-8

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 1-4 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
nah monggo disedot untuk jaringan tema pembelajaran minggu 1-4

Baca juga : Jaringan tema pembelajaran minggu 5-8

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 1-4 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-1-4/feed/ 0
Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 5-8 http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-5-8/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-5-8/#comments Sun, 03 Sep 2017 15:45:57 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=74 Berikut saya berbagi mengenai jaringan tema berdasarkan per minggu. Jadi bunda yang ingin memiliki jaringan tema per minggu untuk membuah bahan pembelajaran ada baiknya lho di print out agar mudah dalam membuat tema pembelajarannya download aja bunda jaringan tema pembelajaran PAUD / TK / KB berikut

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 5-8 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Berikut saya berbagi mengenai jaringan tema berdasarkan per minggu. Jadi bunda yang ingin memiliki jaringan tema per minggu untuk membuah bahan pembelajaran ada baiknya lho di print out agar mudah dalam membuat tema pembelajarannya

download aja bunda jaringan tema pembelajaran PAUD / TK / KB berikut

The post Jaringan Tema Pembelajaran PAUD dan TK minggu Ke 5-8 appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/jaringan-tema-pembelajaran-paud-dan-tk-minggu-ke-5-8/feed/ 1
Kumpulan Dongeng untuk Pendidikan Anak Usia Dini http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/kumpulan-dongeng-untuk-pendidikan-anak-usia-dini/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/kumpulan-dongeng-untuk-pendidikan-anak-usia-dini/#respond Sun, 03 Sep 2017 15:41:25 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=71 Hanya sedikit berbagi cerita dongeng sebagai bahan ajar bagi bunda sekalian. Jadi tidak salah apabila kita mau menceritakan dongeng kepada anak didik kita, agar kemampuan menyimak, mendengarkan bahkan menceritakan kembali isi dongeng dapat dikuasai oleh anak kita cek aja ya bunda dan di download kalo berkenan… gratis kok

The post Kumpulan Dongeng untuk Pendidikan Anak Usia Dini appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Hanya sedikit berbagi cerita dongeng sebagai bahan ajar bagi bunda sekalian.

Jadi tidak salah apabila kita mau menceritakan dongeng kepada anak didik kita, agar kemampuan menyimak, mendengarkan bahkan menceritakan kembali isi dongeng dapat dikuasai oleh anak kita

cek aja ya bunda dan di download kalo berkenan… gratis kok

The post Kumpulan Dongeng untuk Pendidikan Anak Usia Dini appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/kumpulan-dongeng-untuk-pendidikan-anak-usia-dini/feed/ 0
Contoh Surat Keterangan Pindah Sekolah untuk TK / PAUD http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/contoh-surat-keterangan-pindah-sekolah-untuk-tk-paud/ http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/contoh-surat-keterangan-pindah-sekolah-untuk-tk-paud/#respond Sun, 03 Sep 2017 15:33:12 +0000 http://suryamasrental.co.id/?p=65 Sekarang udah ada Dapodik Lho… jadi kalau mau pindahkan anak ke sekolah lain kudu pakek surat keterangan pindah sekolah ini lho bunda, saya bagikan contoh format surat keterangan Pindah Sekolah dan bunda tinggal ganti kop sekolahnya saja dan modifikasi saja sesuai keinginan dan kondisi sekolah masing-masing cek aja dan klik pada gamba berikut ini   […]

The post Contoh Surat Keterangan Pindah Sekolah untuk TK / PAUD appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
Sekarang udah ada Dapodik Lho… jadi kalau mau pindahkan anak ke sekolah lain kudu pakek surat keterangan pindah sekolah

ini lho bunda, saya bagikan contoh format surat keterangan Pindah Sekolah dan bunda tinggal ganti kop sekolahnya saja dan modifikasi saja sesuai keinginan dan kondisi sekolah masing-masing

cek aja dan klik pada gamba berikut ini

 

Eittt tunggu dulu… sebelum membuat surat keterangan pindah terlebih dahulu harus buat surat permohonan dulu dari orang tua. berikut ini formatnya

The post Contoh Surat Keterangan Pindah Sekolah untuk TK / PAUD appeared first on Kumpulan Materi Belajar Anak Usia Dini.

]]>
http://suryamasrental.co.id/index.php/2017/09/03/contoh-surat-keterangan-pindah-sekolah-untuk-tk-paud/feed/ 0