SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan
Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Bronkitis adalah infeksi umum yang membawa dampak peradangan dan iritasi terhadap saluran hawa utama paru-paru atau bronkus. Hal ini membawa dampak terjadinya peradangan atau inflamasi terhadap saluran tersebut.

Penyakit bronkitis dan pneumonia miliki tanda-tanda yang mirip, juga batuk, demam, kelelahan, dan perasaan berat di dada. Penyakit ini terkadang dapat berkembang menjadi pneumonia.

Meski begitu, ke-2 penyakit ini berbeda. Pertama, penyakit ini terjadi terhadap saluran bronkial, pas pneumonia terjadi terhadap alveoli atau kantung hawa di paru-paru. Kedua, tanda-tanda pneumonia umumnya lebih buruk dan apalagi mengancam jiwa, terutama terhadap orang tua dan orang yang rentan.

Jenis Bronkitis
Berdasarkan keparahannya, bronkitis terbagi menjadi dua jenis:

1. Bronkitis Akut
Jenis ini adalah keliru satu infeksi sistem pernapasan yang paling umum terjadi dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Biasanya terjadi selama satu sampai dua minggu.

2. Bronkitis Kronis
Adalah infeksi bronkus yang terjadi lebih dari dua minggu. Jenis ini lebih sering terjadi terhadap orang dewasa di atas umur 40 tahun. Penyakit bronkitis kronis adalah masalah benar-benar jangka panjang yang sering perlu perawatan medis yang teratur.

Penyebab Bronkitis
Penyebab penyakit bronkitis adalah perihal yang mesti diketahui oleh dokter sebelum akan bantuan obat.

1. Infeksi Virus dan Bakteri
Umumnya disebabkan oleh infeksi paru-paru dan 90% persoalan yang ditemukan disebabkan oleh virus. Serangan berulang dari bronkitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi bronkus dari pas ke pas dapat membawa dampak bronkitis kronis.

Dalam umumnya kasus, bronkitis akut umumnya diakibatkan infeksi virus, namun terkadang juga dapat disebabkan oleh bakteri. Jika situasi pertahanan tubuh baik, selaput lendir dapat ulang normal sehabis sembuh dari infeksi. Proses kesembuhan ini umumnya terjadi selama lebih dari satu hari.

2. Menghirup Zat Iritan
Penyakit ini dapat disebabkan oleh menghirup zat iritan, layaknya asap, asap tembakau, dan bahan kimia didalam product rumah tangga. Merokok adalah penyebab bronkitis kronis, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Merokok jangka panjang dapat membawa dampak saluran bronkus membuahkan lendir yang berlebihan.

Penderita bronkitis kronis sering mengembangkan penyakit paru lain tentang dengan merokok yang disebut emphysema. Emphysema adalah situasi kantung hawa di didalam paru-paru mengalami kerusakan, yang membawa dampak sesak napas.

3. Paparan di Tempat Kerja
Bronkitis kronis umumnya diderita terhadap orang yang kerja atau tinggal di lebih kurang kawasan industri layaknya pertambangan. Pekerja barangkali berisiko terkena bronkitis kronis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) lainnya jika sering terpapar bahan yang dapat merusak paru-paru. Penyakit ini umumnya dapat mereda sehabis tidak ulang terkena zat iritasi di daerah kerja.

Berikut lebih dari satu bahan atau zat yang menjadi penyebab bronkitis:

Butiran debu
Tekstil (serat kain)
Asam kuat
Amonia
Klorin
Faktor Risiko Bronkitis
Berikut lebih dari satu segi yang meningkatkan risiko diserang bronkitis:

Merokok.
Menderita asma dan alergi.
Memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, yang terkadang terjadi terhadap orang dewasa yang lebih tua, penderita penyakit yang berkelanjutan, serta bayi dan anak kecil. Bahkan pilek lebih barangkali meningkatkan risiko, sebab tubuh melawan kuman-kuman.
Sementara perihal tersebut ini dapat meningkatkan risiko terkena bronkitis kronis:

Perokok wanita lebih berisiko daripada perokok pria.
Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru-paru.
Apakah Bronkitis Menular?
Jawabannya dapat bervariasi. Apabila disebabkan oleh virus, maka penyakit ini ini umumnya menular. Namun untuk situasi yang tergolong kronis, umumnya tidak menular.

Gejala Bronkitis
Gejala utamanya adalah batuk kering. Tetapi barangkali batuk dapat mengeluarkan lendir kental berwarna kuning keabu-abuan (meski perihal ini tidak selamanya terjadi).

Gejala bronkitis akut dan kronis dapat merubah pernapasan, di antaranya:

Sesak di dada – ketika dada merasa penuh atau tersumbat
Batuk disertai lendir yang bening, putih, kuning, atau hijau
Sesak napas
Bunyi mengi atau suara nyaring layaknya bersiul pas bernapas
Bronkitis kronis, batuk terjadi setidaknya selama tiga bulan dan barangkali dapat ulang dua tahun berturut-turut.

Sementara terhadap bronkitis akut, batuk barangkali dapat bertahan selama lebih dari satu minggu sehabis tanda-tanda lainnya menghilang. Berikut tanda-tanda lainnya:

Tubuh merasa sakit dan meriang
Demam ringan
Pilek – hidung tersumbat
Sakit tenggorokan
Kapan Harus ke Dokter?
Gejalanya yang mudah barangkali tidak mesti menemui dokter, namun ciri-ciri bronkitis serupa dengan pneumonia. Sangat perlu untuk menyimak pergantian terhadap tanda-tanda yang dialami. Segera temui dokter jika Anda miliki tanda-tanda layaknya berikut:

Batuk yang membawa dampak nyeri dada yang persisten. Batuk yang layaknya ini dapat merusak kantung hawa didalam paru-paru.
Batuk bertahan lebih dari seminggu dan lendir menjadi lebih gelap, lebih tebal, peningkatan volume dahak disertai keluarnya darah.
Diikuti dengan persoalan paru-paru, jantung kronis, atau infeksi. Infeksi pernapasan dapat membawa dampak tubuh rentan terhadap penyakit paru-paru yang lebih benar-benar layaknya pneumonia.
Kesulitan untuk bernapas. Ini barangkali merupakan tanda-tanda dari situasi medis layaknya asma, emfisema (paru obstruktif kronis) atau penyakit jantung.
Demam tinggi atau demam yang bertahan lebih dari tiga hari.
Diagnosis Bronkitis
Awalnya barangkali Anda sulit untuk membedakan tanda-tanda penyakit ini dengan pilek biasa. Untuk itu, sebaiknya periksakan ke dokter untuk beroleh diagnosis yang tepat. Selama pengecekan fisik, dokter dapat memanfaatkan stetoskop untuk memeriksa paru-paru.

Berikut lebih dari satu tes yang barangkali disarankan dokter:

1. Tes Dahak
Dahak atau lendir yang muncul ketika batuk dapat dites untuk lihat apakah penyakit yang yang diderita dapat diobati dengan antibiotik. Dahak juga dapat dites untuk menyadari tanda-tanda infeksi paru lain layaknya TBC.

2. Rontgen Dada
Selain mendiagnosis penyakit ini, X-ray dada dapat membantu memilih apakah Anda menderita pneumonia atau situasi lain yang dapat menyatakan situasi batuk Anda. Tes ini terlalu perlu jika Anda dulu atau seorang perokok.

3. Tes Fungsi Paru
Tes ini mengharuskan Anda meniup ke alat yang disebut spirometer, untuk mengukur seberapa banyak hawa yang dapat ditahan paru-paru dan seberapa cepat Anda dapat mengeluarkan hawa dari paru-paru. Tes ini juga berfungsi untuk memeriksa tanda-tanda asma atau emfisema.

Komplikasi
Pneumonia adalah komplikasi yang paling umum. Penyakit ini terjadi ketika infeksi menyebar ke paru-paru, membawa dampak kantung hawa kecil di didalam paru-paru terisi oleh cairan. Sekitar 1 dari 20 penderitanya juga mengalami pneumonia.

Orang yang miliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia termasuk, orang yang lebih tua, perokok, situasi kesehatan (penderita penyakit jantung, hati atau ginjal), dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pengobatan dan Pencegahan Bronkitis
Pengobatan bronkitis akut dapat ditunaikan dengan laksanakan beberapa langkah sederhana layaknya tersebut ini:

Banyak istirahat
Minum banyak air putih
Menghindari paparan (asap, zat kimia)
Menggunakan inhalasi bronkodilator
Setelah bronkitis akut sembuh, pencegahannya adalah dengan menerapkan jenis hidup sehat dengan menjauhi rokok dan memanfaatkan masker polusi jika hawa tercemar. Dalam persoalan bronkitis kronis yang parah, steroid oral, inhaler atau oksigen tambahan dapat diberikan untuk kurangi peradangan.

Pengobatan dengan antibiotik tidak dapat diberikan terhadap persoalan penyakit ini yang disebabkan oleh virus sebab tidak dapat memberi dampak apa-apa. Pemberian antibiotik diperlukan jika ada barangkali terjadi infeksi bakteri. Jika mengalami peningkatan jumlah lendir dan kekentalannya, bermakna Anda sudah terinfeksi bakteri. Resep antibiotik yang diberikan umumnya adalah untuk minimal lima hari.

Jika Anda mengalami bronkitis kronis, paru-paru rentan terhadap infeksi. Sebaiknya segera beroleh vaksinasi pneumonia. Pemberian vaksinasi dapat merawat Anda dari bakteri atau virus dari penyakit ini. Disarankan untuk mengonsultasikan dengan dokter sebelum akan laksanakan vaksinasi.

Perlu diingat, jangan mengonsumsi obat antitusif (penekan batuk) tanpa resep dokter. Sama halnya dengan bronkitis yang akut, batuk produktif yang terkait dengan bronkitis kronis dapat membantu membersihkan paru-paru dari lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat memberi saran ekspektoran (pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, jika terdapat pergantian didalam warna, volume, atau ketebalan dahak, itu berarti bahwa seseorang sudah terinfeksi bakteri. Dalam perihal ini, dokter barangkali meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri.

Sementara itu, jika pasien miliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), umumnya dokter meresepkan obat bronkodilator pas untuk membantu melebarkan saluran napas. Jika terdapat kecacatan didalam transfer oksigen dari paru-paru ke didalam aliran darah, dokter barangkali meresepkan terapi oksigen yang dapat diberikan di rumah sakit.

Penelitian perlihatkan bahwa seseorang yang menghentikan formalitas merokok kendati sudah berada didalam step bronkitis kronis dan PPOK yang parah, tidak cuma dapat kurangi keparahan gejala, namun juga dapat meningkatkan harapan hidup.

Artikel Lainnya : teknik dasar permainan sepak bola

Baca Juga :