SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Bryophyta

Bryophyta
Bryophyta

Bryophyta

Ciri morfologi  Bryophyta,

  • Memiliki habitat di daerah yang lembap.
  • Tumbuhan lumut merupakan peralihan dari thallophyta kecormophyta, karena tumbuhan lumut belum memiliki akar sejati.
  • Akar pada tumbuhan lumut masih berupa rhizoid, selain itu tumbuhan ini belum memiliki berkas pembuluh angkut xylem dan floem,sehingga untuk mengangkut zat hara dan hasil fotosintesisnya menggunakan sel-sel parenkim yang ada.
  • Tumbuhan lumut memiliki klorofil atau zat hijau daun sehingga cara hidupnya fotoautotrof.
  • Tumbuhan lumut dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan spora haploid dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  • Dalam siklus hidupnya atau metagenesis tumbuhan lumut, akan didapati fase gametofit, yaitu tumbuhan lumut sendiri yang lebih dominan dari fase sporofit, yaitu sporogonium.
  • Klasifikasi tumbuhan Bryophyta

Terdiri atas 3 Divisi

  1. Bryophyta ( lumut Daun )
  2. Anthocerotophyta( lumut Tanduk ),
  3. Marchantiophyta ( Lumut Hati )

Contoh tumbuhan Bryophyta

Lumut Daun:

  • lumut gambut (Sphagnum sp.)
  • Polytrichum sp
  • Polytrichum juniperinum, Furaria,
  • Pogonatum cirratum, .

Lumut Hati:

  • Ricciocarpus sp.
  • Marchantia polymorpha. sp.

Lumut Tanduk:

  • Anthoceros sp (Anthoceros leavis )
  1. Pteridophyta

Ciri morfologi Pteridophyta,

  • Pteridophyta merupakan satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya
  • Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus, jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah)
  • Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris
  • Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris
  • Klasifikasi tumbuhan Pteridophyta,

Terdidiri atas  divisi

  1.   Lycophyta ( Paku kawat )
  2.   Sphenophyta ( Paku Ekor Kuda )
  3.   Pterophyta ( Paku Sejati )
  • Contoh tumbuhan Pteridophyta,

Paku Kawat;

o   Lycopodium sp.(paku tanduk rusa), ditanam sebagai tanaman hias.

o   Lycopodium clavatum,

Paku Ekor Kuda:

o   Equisetum debile ( paku ekor kuda )

             Paku Sejati;

o   Alsophilla glauca (paku tiang),banyak ditemukan di daerah pegunungan berhawa dingin, batangnya hitam digunakan untuk menanam anggrek.

o   Adiantum cuneatum (suplir)

o   Asplenium nidus (paku sarang burung), ditanam sebagai tanaman hias.

o   Marsilea crenata (semanggi), hidup di rawa

Peranan  Pteridophyta

Sebagai tanaman hiasan :

– Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

– Asplenium nidus (paku sarang burung)

 Adiantum cuneatum (suplir)

 Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :

– Asipidium filix-mas

– Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :

– Marsilea crenata (semanggi)

– Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

sumber: https://obatwasirambeien.id/seluruh-indonesia-terkoneksi-internet-cepat-sebelum-2024/