SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Efektivitas Kelompok Dan Teori Produktivitasnya

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Efektivitas Kelompok Dan Teori Produktivitasnya
Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Efektivitas Kelompok Dan Teori Produktivitasnya

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Efektivitas Kelompok Dan Teori Produktivitasnya

 

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Efektivitas Kelompok Dan Teori Produktivitasnya

Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok

  1. Ukuran kelompok , menurut (Hare, 1952) kelompok yang efektif berjumlah 5 orang.
  2. Jaringan komunikasi
  3. Kohesi kelompok, yaitu kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok dan mencegahnya meninggalkan kelompok (Collins & Raven, 1964)
    Menurut Mc David & Harori (1964), kohesi kelompok diukur dari :
    • ketertarikan satu sama lain secara interpersonal
    • ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok
    • sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat pemuas kebutuhan anggotanya
  4. Kepemimpinan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat berkomunikasi secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok (Cragan & Wright,1980)

Faktor Personal : Karakteristik Anggota Kelompok

Menurut (Cragan & Wright, 1980) 2 dimensi interpersonal, yaitu :

  1. Proses interpersonal : keterbukaan, percaya, simpati
  2. Kebutuhan interpersonal → William C Schultz (FIRO) : inklusi, kontrol, afeksi

Teori Produktivitas Kelompok

Teori Produktivitas Kelompok Teori Prestasi kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan teori prestasi kelompok. Teori yang dikemukakan oleh Stogdill ini, menyertakan:

  1. masukan (input)
  2. variabel media
  3. keliaran (output)

Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan).

Asumsi Dasar dan Uraian Teori

Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back). Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu :

a.Masukan dari anggota merupakan sumber input.

Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi).

b. Variabel media

Variabel media menjelaskan mengenai berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).

c. Prestasi kelompok

Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang menentukan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatan-hambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan (stress).

 

Artikel Terkait: