SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

GAYA HIDUP MAGER ITU, JELAS NGGAK MENYEHATKAN

GAYA HIDUP MAGER ITU, JELAS NGGAK MENYEHATKAN
GAYA HIDUP MAGER ITU, JELAS NGGAK MENYEHATKAN

GAYA HIDUP MAGER ITU, JELAS NGGAK MENYEHATKAN

Gaya hidup mager ini tersedia istilahnya, namanya sedentary lifestyle. Bukan sendentary, ya? Meski keduanya memiliki makna yang sama. Sama-sama buat mager.

Dulu, hampir seluruh kesibukan memerlukan tenaga fisik manusia. Namun, dengan segala kemudahan yang kita dapatkan sementara ini—perlahan tetapi pasti—telah menyebabkan kita menjadi kaum yang jarang laksanakan banyak kesibukan fisik. Coba kita sejenak berefkleksi supaya namaste, untuk mengingat-ingat bahwa begitu banyaknya kesibukan kita yang tanpa memahami cuma dikerjakan dengan duduk. Supaya mudah, mari kita terasa dari bangun tidur.

Setelah bangun tidur, kita mandi. Saat mandi, kadang waktu kita menyelingi dengan buang air besar. Jika gunakan kloset jongkok, lumayan kita laksanakan kesibukan jongkok—setidaknya selama 3-5 menit. Namun jikalau di tempat tinggal cuma tersedia kloset duduk, tentu saja kita perlu duduk, soalnya jikalau jongkok nanti klosetnya rusak, Maliiihhh!. Selanjutnya pindah baju, make up—kalau tersedia meja rias, tentu bakal duduk biar nyaman.

Beberapa di antara kita, tersedia yang punya kebiasaan memulai kesibukan dengan sarapan. Namanya terhitung makan, tentu perlu duduk. Lalu berangkat beraktivitas dengan kendaraan. Baik naik mobil atau motor, di kendaraan lagi-lagi kita duduk. Maka, beruntunglah anda yang berdiri di bis atau kereta, pasalnya ini peluang emas untuk nggak kebanyakan duduk.

Bla bla bla, sampailah di tujuan. Jika kita anak ‘lapangan’, peluang untuk nggak kebanyakan duduk tentu bakal berkurang. Tapiii, jikalau ternyata kita kerjanya perlu di depan laptop/komputer atau anak kuliahan yang tetap aktif turut kuliah, tentu saja, lagi-lagi kita bakal menggunakan sementara berjam-jam ria dengan duduk.

Saya rasa, tidak perlu aku jabarkan lebih panjang lagi berkenaan ritme ini. Cukup kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Berapa banyak sementara yang kita habiskan dengan duduk dalam sehari? *nyalain musik ESQ…

…bagaimana? Sudah selesai dihitung?

Oh, tidak perlu amat terperanjat dengan hasilnya. Biasa saja, nggak usah menjadi manusia yang ringan nggumunan kayak gitu.

Sebetulnya bukan cuma perkara duduk yang kita permasalahkan dalam tulisan ini. Namun, berbaring, lebih senang gunakan carry atau eskalator dibandingkan tangga, dan tidak cukup berolahraga…

…adalah tidak sehat adanya. Sementara kru mojok, kerjaannya duduk ngadep laptop, jikalau bosen main PUBG sambil tiduran atau main seven sekop. Masalah mengisi perut teristimewa saja, kerena saking magernya, pada rebutan nitip. Bahkan sekadar pencet-pencet aplikasi Go-Food!!!11!! Sungguh rutinitas tidak sehat yang haqiqi~

Ternyata, type hidup mager ini tersedia istilahnya. Namanya sedentary lifestyle. Bukan sendentary, ya? Meski keduanya memiliki makna yang sama. Sama-sama buat mager. Aktivitas ini dianggap nggak menyehatkan karena cuma mengeluarkan kalori yang sungguh amat sedikit.

Selain buat kita nggak bakal memiliki raga yang bugar, type hidup mager atau sedentary ini terhitung dapat menyebabkan banyak risiko beragam masalah kesehatan. Baik jantung, stroke, masalah metabolisme, kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit akut tidak menular lainnya.

Namun, sayang sungguh sayang. Meski banyak yang memahami jikalau mager tidak sehat adanya, banyak yang tetap menjadikannya alibi atas kesibukan padat untuk menyatukan pundi-pundi rupiah demi raih aktualisasi diri yang sesungguhnya!!!111!!! Ya, mohon dimaklumi sajalah, sesudah seharian beraktivitas, tidak cuma tubuh yang lelah, tetapi otak juga. Rasanya pengin segera pulang dan tidur berselimut mimpi.

Lantas, apa solusi untuk mengenyahkan pengaruh jelek dari mager ini, Saudara-saudara? Tentu saja, tidak lain dan tidak bukan: bergerak. Salah satu langkah bergerak yang paling efektif dikerjakan adalah dengan berolahraga. Mengenai olahraga ini, para motivator kebugaran mengatakan bahwa kita dapat mengatur dengan kesibukan dan sementara yang kita miliki.

Misalnya, dengan berjalan kaki, mengerjakan pekerjaan tempat tinggal tangga, berkebun, main bulu tangkis, atau tetap basket di Kids Fun. Hal-hal semacam ini, dapat menjadi permulaan yang baik supaya perlahan kita dapat mencintai kesibukan olahraga. Jadi, jangan segera pengin yang amat berat-berat di awal. Takutnya, itu cuma nafsu.

Yang penting, kesibukan bergerak aktif ini perlu kita laksanakan dengan rutin, setidaknya 30 menit tiap tiap harinya. Atau minimal 3-5 kali per minggu. Saya memahami ini bukanlah usaha yang ringan untuk melawan type hidup mager yang telah akut. Namun perlu dikerjakan demi menanggung investasi kebugaran di era depan yang lebih baik! Mari turut asuransi jiwa!

Kalau Anda berpikiran kesibukan bergerak aktif ini bakal susah dirutinkan—jika Anda memiliki penghasilan yang mumpuni—saya sarankan lebih baik mendaftar olahraga yang berbayar. Misalnya, gym, yoga, dan semacamnya. Sesungguhnya, jikalau kita susah menumbuhkan stimulus dari dalam diri. Motivasi dari luar, bakal menopang kita lebih keras…

Baca Juga :