SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Gejala-Gejala Penyakit akibat Klebsiella pneumonia

Gejala-Gejala Penyakit akibat Klebsiella pneumonia
Gejala-Gejala Penyakit akibat Klebsiella pneumonia

Gejala-Gejala Penyakit akibat Klebsiella pneumonia

Gejala-gejala seseorang yang terinfeksi Klebsiella pneumonia adalah:

  1. Napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun.
  2. Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pneumonia sangat berat, dengan gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam, batuk-batuk, perubahan karakteristik dahak, suhu tubuh lebih dari 38 º C.
  3. Gejala yang lain, yaitu apabila pada pemeriksaan fisik ditemukan suara napas bronkhial, bronkhi dan leukosit lebih dari 10.000 atau kurang dari 4500/uL.
  4. Pada pasien usia lanjut atau pasien dengan respon imun rendah, gejala pneumonia tidak khas, yaitu berupa gejala non pernafasan seperti pusing, perburukan dari penyakit yang sudah ada sebelumnya dan pingsan. Biasanya frekuensi napas bertambah cepat dan jarang ditemukan demam.

Berikut adalah beberapa gejala infeksi Klebsiella pneumoniae:

  1. Batuk
  2. Dahak yang berwarna coklat atau dahak darah
  3. Masalah pernapasan
  4. Demam tinggi
  5. Lemah
  6. Menggigil
  7. Nyeri dada
  8. Mual
  9. Keluar cairan hidung yang berbau busuk
  10. Sakit kepala
  11. Dada sesak
  12. Mengi
  13. Napas menjadi cepat
  14. Sianosis (bibir dan kuku membiru)
  15. Kebingungan

 Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mengidentifikasi Klesiella pneunoniae dapat dilakukan beberapa tahap identifiksi, yaitu :

  1. Kultur media pemupuk

Specimen ditanam pada media Brain Hearth Infusion Broth (BHIB), replikasi bakteri saluran dari usus normal dan meningkatkan bakteri  Klebsiella . Sesudah inkubasi 18-24 jam, ditanam pada media differensial dan selektif.

  1. Kultur media umum dan differensial

Media umum adalah media BAP (Blood Agar Plate) yang dipakai untuk mengidentifikasi kemampuan bakteri dalam melisiskan sel-sel darah yang terdapat dalam media ini dapat berupa zona lisis α(alfa), β(betha), dan γ(gamma). Bakteri Klebsiella, tumbuh sebagai koloni yang berwarna abu-abu, smooth, cembung, mucoid atau tidak  dan tidak melisiskan darah pada media BAP.

Media differensial adalah media yang dipakai untuk identifikasi bakteri berdasarkan dipakai untuk identifikasi bakteri berdasarkan sifat-sifat biokimia khusus dari bakteri yang bersangkutan. Media yang dipakai untuk perbenihan bakteri adalah Mac Conkey, media ini mengandung laktosa dan merah netral sebagai indikator, sehingga bakteri yang meragikan laktosa akan tubuh sebagai koloni berwarna merah yang dapat membedakan dari bakteri yang tidak meragikan laktosa yang tumbuh sebagai bakteri yang tidak berwarna. Klebsiellatumbuh sebagai koloni yang berwarna merah muda namun tidak dapat meragikan laktosa secara sempurna. Ciri-ciri koloni pada media Mac Conkey besar-besar, smooth, mucoid, cembung, berwarna merah muda-merah bata. Jika diambil dengan ose, maka akan tertarik karena pada koloni memiliki kapsul.

 

Sumber: https://officialjimbreuer.com/