SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Kelebihan dari pelaksanaan Demokrasi Liberal sebagai berikut;

Kelebihan dari pelaksanaan Demokrasi Liberal sebagai berikut;
Kelebihan dari pelaksanaan Demokrasi Liberal sebagai berikut;

Kelebihan dari pelaksanaan Demokrasi Liberal sebagai berikut;

1) Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.

2) Penyelenggaraan pemilu untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia pada tanggal 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante).

3) membatalkan seluruh perjanjian KMB. KMB

4) Indonesia dapat mengembalikan batas nasional melalui Deklarasi Djuanda

5) Pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.

6) Masa ini bisa disetujui sebagai masa paling demokratis selama republik ini berdiri.

Kegagalan dari pelaksanaan Demokrasi Liberal yaitu;

o   Instabilitas Negara karena terlalu sering terjadi pergantian kabinet. Hal ini menjadikan pemerintah tidak berjalan secara efisien sehingga perekonomian Indonesia sering jatuh dan terinflasi.

o   Timbul berbagai masalah keamanan

o   Sering terjadi konflik dengan pihak militer seperti pada peristwa 17 Oktober 1952.

o   Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah akibat lemahnya sistem pemerintahan.

o   Sering terjadi konflik antar partai politik dalam pemerintahan untuk mendapatkan kekuasaan.

o   Praktik korupsi meluas.

o   Kesejahteraan rakyat terbengkalai karena pemerintah hanya terfokus pada pengembangan bidang politik bukan pada ekonomi.

2.3.Akhir Masa Demokrasi Liberal di Indonesia.

Kekacauan politik ini membuat keadaan negara menjadi dalam keadaan darurat. Hal ini diperparah dengan Dewan Konstituante yang mengalami kebuntuan dalam menyusun konstitusi baru, sehingga Negara Indinesia tidak memiliki pijakan hukum yang mantap. Kegagalan konstituante disebabkan karena masing-masing partai hanya mengejar kepentingan partainya saja tanpa mengutamakan kepentingan negara dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.

 Masalah utama yang penting adalah tentang penetapan dasar negara. Terjadi tarik-ulur di antara golongan-golongan dalam konstituante. Sekelompok partai menghendaki agar Pancasila menjadi dasar negara, namun kelompok partai lain menghendaki agama Islam sebagai dasar negara. Pemungutan suara dilakukan 3 kali dan hasilnya suara yang disetujui selalu lebih banyak dari suara yang dikembalikan ke UUD 1945, tetapi anggota yang hadir selalu kurang dari dua pertiga.

Tulisan Terbaru