SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN PERKANTORAN
KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

Menurut UU No. 30/2007 tentang energy dan PP No. 70/2009 tentang Konservasi energy, definisi konservasi energy adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energy dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Keberhasilan penggunaan energy secara efisien sangat dipengaruhi oleh perilaku, kebiasaan, kedisiplinan dan kesadaran akan hemat energy. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang terencana dan terorganisasi di seluruh organisasi untuk melaksanakan program penghematan energi. Program ini perlu mendapatkan komitmen dan dukungan dari struktur manajemen paling atas perusahaan.

Program ini menurut Quible (2001) terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

v  Komite Konservasi Energi.  Pembetukan komite konservasi energi, yang biasa dikenal sebagai “ komite kantor hijau “, sering kali dibentuk oleh manajemen perusahaan sebagai bentuk adanya komitmen dan dukungan manajemen terhadap program tersebut. Aktivitas komite ini diantaranya melakukan penelitian tentang penggunaan energi di kantor  secara efisien dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai oleh program yang dimaksud. Agar berjalan dengan efektif, komite ini harus memiliki wewenang untuk memastikan berjalannya rekomendasi yang mereka berikan.

v  Penelitian Efisiensi Energi. Sebelum rencana konservasi dijalankan, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui area mana yang penggunaan energinya berlebih, dan area mana yang perlu melalksanakan penghematan energi beserta teknik yang direkomendasikan. Hasil penelitian ini akan memberikan dasar bagi pengembangan tujuan konservasi, yaitu komponen vital dari program konservasi energi.

v  Pengembangan Tujuan Konservasi Energi. Setelah penelitian dilakukan, tujuan konservasi dapat dikembangkan. Setelah disetujui oleh komite, segala sesuatu harus dilakukan untuk memastikan pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Pengawasan periodik harus dilakukan untuk menentukan perkembangannya dalam mencapai tujuan. Apabila terdapat departemen yang kurang berhasil dalam mencapai tujuan penghemata energi yang telah diharapkan dapat tercapai.

2.8.1  Teknik Konservasi Energi

Dengan usaha yang keras, banyak perusahaan telah berhasil mengurangikonsums energinya antara 10 sampai 15 persen. Karena dampak keuanganya, konservasi energy harus menjadi aktivitas degan prioritas utama perusahaan.  Berikut adalah beberapa teknik konservasi energi yang dapat dijalankan oleh perusahaan (Rowh, 2004):

  1. Penghematan energi pada system pencahayaan. Karena system pencahayaan menggunakan 86% dari total energi yang digunakan (McShane, 2004), perhatian khusus perlu diberikan dalam pemakaian lampu kantor. Berikut adalah beberapa saran mengenai teknik konservasi energi yang dapat dilakukan:
  • Menggunakan cahaya yang tepat – tidak lebih atau kurang dari yang dibutuhkan – pada pekerjaan yang sedang dilakukan. System pencahayaan yang memberilkan jumlah cahaya yang sama pada semua area kerja cenderung menimbulkan pemborosan, sehingga penggunaan task lighting sangatlah tepat;
  • Memberikan cahaya yang cukup pada area yang diberikan. Jika cahaya yang diberikan lebih dari yang dibutuhkan, akan timbul panas yang berlebih dan kerenanya membutuhkan pendinginan yang lebih, yang menambah konsumsi area energi;
  • Mensosialisasikan dan membudayakan mematikan lampu jika tidak dibutuhkan;
  • Penggunaan cahaya high intensity discharge lamp apabila dimungkinkan. Penggunaan lampu ini menghabiskan energy yang lebih sedikit dibandingkan alternative pencahayaan yang lain;
  • Mempertimbangkan pemasangan system control cahaya otomatis untuk membantu menghemat energi; Membersihkan lampu secara teratur , karena lampu yang kotor akan mengurangi jumlah cahaya yang diberikan;
  1. Penghematan energi pada system pemanas/pendingin. Energy yang digunakan pada system pemanas/ pendingin juga mengkonsumsi jumlah energi listrik yang cukup besar. Berikut adalah beberapa saran dalam penghematan energi:
  • Mengurangi temperature kantor jika udara relatifdingin dan menaikannya jika udara relatif panas. Ingat, temperatur udara di dalam ruangan yang ideal adalah ±3-4 ͦ C;
  • Memastikan jendela dan pintu tertutup dengan rapat;
  • Menggunakan panas yang dihasilkan oleh peralatan kantor, misalnya komputer maupun mesin fotokopi pada kondisi lingkungan yang relative dingin;
  • Menyesuaikan temperatur area kerja jika tidak digunakan;
  • Mengurangi ventilasi pada saat bukan jam kerja;
  • Mempertimbangkan pemasangan alat pengontrol yang memastikan efisiensi penggunaan energi listrik;
  • Memastikan alat pemanas dan pendingin dirawat dengan baik sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya;

Baca Juga :