SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

LP2M UIN STS JAMBi Gelar Diklat KKN, Angkatan XLV Gelombang 1

LP2M UIN STS JAMBi Gelar Diklat KKN, Angkatan XLV Gelombang 1
LP2M UIN STS JAMBi Gelar Diklat KKN, Angkatan XLV Gelombang 1

LP2M UIN STS JAMBi Gelar Diklat KKN, Angkatan XLV Gelombang 1

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN STS Jambi melalui Pusat

Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) menggelar Diklat Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XLV gelombang 1 pada Selasa (17/7) kemarin di auditorium UIN STS Jambi.

Diklat ini diikuti 652 mahasiswa gelombang 1 dan dibuka Rektor UIN STS Jambi, Dr. H.Hadri Hasan, MA. Dikatakan Hadri, setiap tahunnya pihaknya selalu mengirim mahasiswa untuk mengikuti KKN ini.

“Kita harapkan setelah menyelesaikan kuliah nanti mereka bisa bersosialisasi dengan

masyarakat secara baik. Selain itu memahami kultur masyarakat agar mereka mengerti bahwa setiap daerah memiliki kultur yang berbeda,” jelas Rektor UIN STS Jambi ini.

Selain itu, Rektor UIN STS Jambi juga memberikan pesan agar setiap mahasiswa yang mengikuti KKN dapat menjaga nama almamater UIN STS Jambi. Karena bila saat mereka melaksanakan KKN baik, maka mahasiwa selanjutnya yang akan melaksanakan KKN dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat tersebut dan sebaliknya.

Ketua PPB LP2M UIN STS Jambi, H. Sissah, SAg, M.HI mengatakan bahwa pada gelombang pertama ada 41 posko. Mereka terdiri dari 15 posko di Sarolangun, 13 posko di Tebo, 2 posko Batanghari dan 1 posko di Muaro Jambi.

“Untuk tahun ini ada peningkatan jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN dibandingkan tahun

sebelumnya. Dimana tahun ini ada 1.950 mahasiswa yang akan mengikuti KKN dan dibagi atas tiga gelombang,” jelas Sissah.

Ditambahkannya, KKN tahun ini ada yang berbeda karena setiap gelombang akan berkaitan dalam menyelesaikan program yang telah ditentukan.

“Dimulai dari program yang dibangun gelombang 1 dan akan dilanjutkan oleh gelombang 2 dan diselesaikan oleh gelombang 3. Ini akan membutuhkan waktu 3 bulan,” beber Sissah.

 

Sumber :

http://bit.ly/2ODhzXE