SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Organisasi Pergerakan Indonesia

Organisasi Pergerakan Indonesia
Organisasi Pergerakan Indonesia

Organisasi Pergerakan Indonesia

kamu dulu mengikuti organisasi di sekolah? Manfaatnya amat banyak, lho! Dengan turut organisasi, kamu bisa meningkatkan kawan dan kegiatan positif. Nah, terhadap zaman penjajahan dahulu ternyata juga tersedia organisasi lho yang disebut dengan organisasi pergerakan dan dibentuk sebagai sarana perjuangan bangsa kami untuk terlepas dari belenggu penjajahan. Tentu saja, perjuangan melawan penjajah ini tidak sama dengan fase sebelumnya, yang tetap mengandalkan senjata. Sekarang, untuk lebih banyak jelas tentang organisasi pergerakan Indonesia ini? Kuy, kami bahas detailnya!

Ada beberapa organisasi pergerakan yang berkembang di Indonesia. Organisasi tersebut bergerak tidak hanya di bidang politik, namun juga di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Ada apa saja, sih?

Budi Utomo

Organisasi ini berawal dari gerakan dr. Wahidin Soedirohoesodo yang berkeliling Jawa untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan. Selain mensosialisasikan pendidikan, terdapat pula dana pendidikan untuk mereka yang kurang mampu. Dana pendidikan tersebut disebut dengan Studie Fond.

Kemudian terhadap tahun 1907, berlangsung pertemuan pada dr. Wahidin Soedirohoesodo dengan Soetomo, seorang mahasiswa STOVIA. Soetomo tertarik dengan gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo, lalu mendirikan organisasi Budi Utomo terhadap tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia dan beranggotakan mahasiswa STOVIA. Berdirinya organisasi ini merupakan tonggak awal kebangkitan nasional, sehingga hari lahirnya Budi Utomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sarekat Islam

Organisasi ini berawal dari organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo tahun 1911. Organisasi ini awalannya dibentuk untuk menjaga pengusaha lokal sehingga bisa beradu dengan penguasaha non lokal yang memonopoli perdagangan batik. SDI kemudian diubah jadi Sarekat Islam (SI) terhadap tahun 1912 yang diketuai oleh H.O.S. Tjokroaminoto.

Setelah jadi SI, keanggotaan SI jadi makin lama besar gara-gara semua orang diperbolehkan turut di dalam organisasi ini kalau beragama Islam. Akan tetapi, terhadap tahun 1921, SI terpecah jadi 2 kubu, yakni SI Putih dan SI Merah. Perpecahan tersebut berlangsung gara-gara ada penyusupan jelas sosialis-komunis. Kamu penasaran nggak sih, apa bedanya SI Putih dan SI Merah?

Indische Partij

Indische Partij didirikan di Bandung tanggal 25 Desember 1912. Pendiri organisasi ini pada lain Dr. E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Mereka kemudian dikenal sebagai “Tiga Serangkai”. Indische Partij punya tujuan untuk mengembangkan rasa nasionalisme, menciptakan persatuan pada orang Indonesia dan Bumiputera, dan juga mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Organisasi ini adalah organisasi politik yang berani mengkritik pemerintah kolonial Belanda. Kritik tersebut bertujuan melalui tulisan R.M. Suwardi Suryaningrat yang berjudul Als ik een Nederlander was (Seandainya saya seorang Belanda). Oleh gara-gara itu, terhadap 4 Mei 1913, Indische Partij dianggap sebagai partai terlarang dan ketiga tokohnya diasingkan ke negeri Belanda.

Perhimpunan Indonesia

Organisasi ini didirikan di Belanda terhadap tahun 1908. Awalnya organisasi ini diberi nama Indische Vereeniging oleh Sutan Kasayangan dan R.M. Noto Suroto. Kemudian tpada ahun 1925 Indische Vereeniging merubah namanya jadi Perhimpunan Indonesia. Istilah Indonesia digunakan untuk memperlihatkan identitas diri bangsa dan negara dan juga menggantikan kata Hindia Belanda.

Tokoh-tokoh yang tergabung di dalam organisasi ini adalah Mohammad Hatta, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Organisasi ini miliki azas perjuangan dengan kemampuan sendiri dan tidak menghendaki kepada pemerintah kolonial Belanda. Perhimpunan Indonesia miliki majalah yang disebut sebagai Hindia Poetra dan kemudian diubah jadi Indonesia Merdeka.

Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV)

ISDV didirikan terhadap 9 Mei 1914, oleh Sneevliet (anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda) dan rekan-rekannya di Surabaya. Organisasi ini menganut jelas Marxisme, yang kemudian bergeser nama jadi Partai Komunis Hindia terhadap 23 Mei 1920. Tidak lama kemudian kembali diubah jadi Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Desember 1920.

PKI diketuai oleh Semaun dengan Darsono sebagai wakil ketua dan Bergsma sebagai sekretaris partai. Tokoh yang tergabung di dalam organisasi ini adalah Alimin Prawirodirdjo dan Musso. Pada tanggal 13 November 1926, PKI melancarkan pemerontakan di Jawa dan Sumatera yang kemudian ditumpas oleh pemerintah kolonial Belanda. Akibat aksi ini, PKI dianggap sebagai partai terlarang dan juga tokoh-tokohnya ditangkap dan diasingkan ke Tanah Merah dan Boven Digul.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

Pada awalnya, PNI adalah perkumpulan yang dibentuk Ir. Soekarno yang bernama Algemeene Studie Club tahun 1925. Karena ada perkumpulan ini, berdirilah partai politik baru bernama Partai Nasional Indonesia (PNI) terhadap tanggal 4 Juli 1927. Tokoh-tokoh yang tergabung adalah Ir. Soekarno, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Ir. Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, dan Dr. Samsi. PNI bergerak di dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Setelah Kongres tahun 1928 di Surabaya, anggota PNI makin lama meningkat sehingga mengkuatirkan pemerintah kolonial. Akhirnya terhadap tanggal 29 Desember 1929, empat tokoh PNI yakni Ir. Soekarno, Gatot Mangkoeprodjo, Maskoen dan Soepriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Bandung. Dalam sistem persidangan Ir. Soekarno menyampaikan pembelaan berjudul “Indonesia Menggugat”.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/