SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Pengembangan Program Bimbingan Akademik

Pengembangan Program Bimbingan Akademik
Pengembangan Program Bimbingan Akademik

Pengembangan Program Bimbingan Akademik

Pengembangan Program Bimbingan Akademik

Keberadaan mahasiswa tunanetra di Universitas Pendidikan Indonesia, masih sedikit memperoleh sentuhan psikologis yang bisa mengembangkan kemandirian dan komitmen sebagai salah satu aspek kepribadian penting dalam setiap kegiatan belajarnya. Realitas empirik tersebut menempatkan dosen pembimbing mahasiswa tunanetra untuk memiliki strategi layanan bimbingan dalam bentuk pola interaksi yang lebih mengakomodasi kondisi ketunanetraan (visual handicapped), mampu mengembangkan perilaku mandiri dan komitmen, serta perilaku adaptif dengan sistem pendidikan inklusif.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum dari penerapan pola intraksi dosen pembimbing mahasiswa tunanetra, tujuan layanan bimbingan dosen pembimbing dengan mahasiswa tunanetra, kemandirian dan komitmen belajar mahasiswa tunanetra, motivasi belajar mahasiswa tunanetra dan hubungan pola interaksi dosen pembimbing akademik dengan kemandirian dan komitmen belajar mahasiswa tunanetra di Universitas Pendidikan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner dalam bentuk skala bertingkat untuk mengukur variabel penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik Weighted Means Scored dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola interaksi dosen pembimbing dengan kemandirian dan komitmen belajar mahasiswa tunanetra, terbukti dengan hasil perhitungan korelasi 0,6684 menempati derajat perhitungan 0,61 0,80 = high correlation.
Data hasil analisis deskriptif dengan menggunakan teknik Weighted Means Scored diperoleh gambaran dengan rata-rata hitung untuk penerapan pola interaksi dosen pembimbing akademik mahasiswa tunanetra 3,03 (cenderung enabling), sedangkan untuk aspek kognitif dan afektif enabling berupa keikutsertaan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa tunanetra, keikutsertaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan, dan ekspresi empati masih cenderung constraining, tujuan layanan bimbingan dosen pembimbing dengan mahasiswa tunanetra 4,01 (sangat baik), kemandirian dan komitmen belajar mahasiswa tunanetra 3,71 (baik), dan motivasi belajar mahasiswa tunanetra 3,91 (baik).
Dari hasil temuan tersebut, direkomendasikan berupa pengembangan program penerapan pola interaksi dosen pembimbing dengan mahasiswa tunanetra di Universitas Pendidikan Indonesia.

Baca Juga :