SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Pengertian Drama dan Unsur Drama

Pengertian Drama dan Unsur Drama
Pengertian Drama dan Unsur Drama

Pengertian Drama dan Unsur Drama

drama

drama

Pengertian Drama

Berdasarkan etimologis kata drama berasal dari bahasa yunani yaitu “Dramar” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak atau bereaksi.

Drama berarti perbuatan, tindakan atau aksi yang dipertontonkan diatas pentas. Melalui drama penonton seolah-olah melihat kejadian dalam masyarakat. Drama merupakan potret kehidupan, suka duka, pahit manis, dan hitam putih kehidupan manusia.

  1. Unsur-unsur Drama

 

  • Tema

Tema adalah pokok pikiran yang mendasari lakon drama. Pokok pikiran ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga mejadi cerita yang menarik.

  1.  Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau penonton drama. Pesan itu tentu saja tidak disampaikan secara langsung, melainkan melalui tokoh dalam drama tersebut.

  1.  Plot/alur

Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik, sebab roh drama adalah konflik. Drama memang selalu menggambar konflik atau pertentangan. Pertentangan yang terjadi adalah pemain dengan pemain, pemain dan lingkungan, pemain dan kemauannya atau antara pemain dan nasibnya.

  1.  Karakter

Karakter atau pewatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama. Karakter ini diciptakan oleh penulis untuk diwujudkan atau dimainkan oleh para pemain. Seorang tokoh bisa saja bersifat sabar, ramah dan suka menolong (protagonis) atau sebaliknya bisa saja berwatak pemberani, suka marah (antagonis) dan keji.

  1.  Dialog

Jalan cerita lakon drama diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. Dialog-dialog yang dilakukam harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menunjukan alur lakon drama.

  1.   Latar

Latar adalah tempat, waktu dan suasana terjadinya suatu adegan. Karena semua adegan dilaksanakan dipanggung, maka panggung harus bisa menggambarkan latar yang dikehendaki.

  1. Bahasa

Bahasa diolah untuk menghasilkan lakon drama yang diwujudkan dalam dialog.

  1.  Interpretasi

Penulis lakon drama selalu memanfaatkan masyarakat sebagai sumber gagasan dalam menulis cerita. Karena itu, apa yang ditampilkan dipanggung harus bisa dipertanggung jawabkan terutama secara nalar. Dengan kata lain, lakok drama yang dipentaskan itu harus terasa wajar, bahkan harus diupayakan sedapat-dapatnya menyerupai kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat.

Sumber : Buku Catatan SMP.

Baca Juga :