SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Pengertian Motivasi Beserta Sejarah Teorinya Lengkap

Pengertian Motivasi Beserta Sejarah Teorinya Lengkap
Pengertian Motivasi Beserta Sejarah Teorinya Lengkap

Pengertian Motivasi Beserta Sejarah Teorinya Lengkap

 

Motivasi

Motivasi adalah suatu daya penggerak psikologis yang menimbulkan, mengarahkan dan mempertahankan tingkah laku tertentu.

Pengertian Motivasi Beserta Sejarah Teorinya Lengkap

McClelland mengemukakan 3 kelompok motif yang , yaitu:

Affilition Motive. yaitu motif yang mengarahkan tingkah laku seseorang untuk berhubungan dengan orang lain dengan tujuan mendapatkan suasana akrab dan harmonis.
Power Motive. motif yang menyebabkan seseorang untuk menguasai dan mendominasi orang lain dan cenderung bertingkahlaku otoriter.
Motive untuk berprestasi. motif yang mendorong seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bersaing dengan suatu ukuran keunggulan.

Sejarah Teori Motivasi

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik danemosional) dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah (internal). dan sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri) sebagai kebutuhan tingkat atas (eksternal).

Teori X dan teori Y

Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.

Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y. Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.

Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab. *Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/