SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)
Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan pajak yang dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah tersebut di dalam Daerah Pabean Indonesia dalam usaha atau pekerjaannya dan impor barang yang tergolong mewah.

PPn BM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai. Namun demikian, mekanisme pengenaan PPn BM ini sedikit berbeda dengan PPN.

Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang PPN, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikenakan terhadap:

  1. Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya;
  2. Impor Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah. Dengan demikian, PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP yang Tergolong Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP yang Tergolong Mewah. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. Adapun pihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP yang Tergolong Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP yang Tergolong Mewah. Sementara itu, PPnBM atas impor BKP yang Tergolong Mewah dilunasi oleh importir.

baca juga :

RECENT POSTS