SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Periodesasi Sejarah Pendidikan Agama Islam

Periodesasi Sejarah Pendidikan Agama Islam
Periodesasi Sejarah Pendidikan Agama Islam

Periodesasi Sejarah Pendidikan Agama Islam

Menurut Harun Nasution, sejarah pendidikan Agama Islam itu terbagi menjadi tiga periode yaitu periode klasik, pertengahan dan modern. Kemudian bisa dirinci lagi menjadi lima masa, yaitu:

 

Periodesasi Sejarah Pendidikan Agama Islam

  1. Masa hidupnya Nabi dan Rasul Muhammad SAW (571-632).
  2. Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rosyidin: Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali di Madinah pada 632-661).
  3. Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750).
  4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750-1250).
  5. Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M samapai sekarang.
  1. Pendidikan Agama Islam dalam priode klasik (650-1250 M)
  2. Pendidikan Agama Islam dimasa Nabi Muahammad SAW (571-632 M)

Sejak Nabi dan Rasul Muhammad SAW di angkat menjadi rosul sebagai tanda datangnya Agama Islam sampai sekarang telah berjalan selitar 14 abad lamanya.

Pendidikan Agama Islam pada masa Nabi dan Rasul Muhammad SAW merupakan prototip (Sifat atau model pertama) yang terus menerus di kembangkan ummat Agama Islam untuk kepentingan pendidikan pada zamannya. Nabi dan Rasul Muhammad SAW melakukan pendidikan Agama Islam setelah menbisakan perintah (wahyu) dari Allah SWT sebagaimna termaktub di surat Al-Muddastir ayat 1-7, menyeru yang berarti mengajak, Dan mengajak berartu mendidik, Dan dari wahyu yang mula-mula tueun iutu bisa di ambil kesimpulan, Bahwa pendidikan dalam Agama Islam bisa di bagi menjadi empat macam :

  1. Pendidikan keagamaan.
  2. Pendidikan aqliyah dan ilmiyyah.
  3. Pendidikan akhlak dan budi pekerti.
  4. Pendidikan jasmani.

Pada masa ini pendidikan Agama Islam di artikan pembudayaan ajaran Agama Islam yaitu memasukkan ajaran-ajaran Agama Islam dan menjadikan sebagai unsure budaya bangsa arab dan menyatu kedalamnya, dengan pembudayaan ajaran Agama Islam kedalam sistem dan lingkungan budaya bangsa arab tersebut, Maka terbentuklah system budaya Agama Islam dalam lingkungan budaya bangsa arab.

  1. Pendidikan Agama Islam Di Masa Khulafaur Risyidin (632-661 M)

Setelah Rosulullah wafat, peradaban Agama Islam memberi contoh bagaimana cara mengendalikan Negara dengan bijaksana dalam politik yang mengandung hikmah Berfikir, Berhak, Berprilaku yang berbau kelincahan dan kelicikan.

Setelah Rosulullah wafat pemerintahan Agama Islam di pegang secara bergantian oleh abu bakar, Ummar Bin khotob, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Tholib, Pada masa Abu Bakar, Padaal pemerintahan di goncang oleh para pemberontak dari orang yang murtad, Orang-orang yang mengaku Nabi. Dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat, oleh sebab itu Abu Bakar memusatkan perhatian untuk memerangi pemberontakan-pemberontakan tersebut yang mana bisa mempengaruhi orang-orang Agama Islam yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari Agama Islam.

Pada masa Khalifah Ummar Bin Khottob, situasi politik dalam keadaan stabil dan untuk pendidikan, Ummar mengangkat guru-guru untuk brtugas memajukan isi Al-Qur’an dan ajran Agama Islam kepada penduduk yang baru masuk Agama Islam, Ummar juga memerintahkan panglima untuk membangun masjid–masjid sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai tempat belajar.

Pada masa ini sudah terbisa pengajaran bhs arab dengan itu orang-orang yang baru masuk Agama Islam dari daerah atau wilayah yang lainya harus belajar Bahasa Arab, Jika mereka ingin belajar dan mendalami pelajaran Agama Islam.

Pada masa Khalifah Utsman Bin Affan kedudukan peradaban Agama Islam dan pendidikan Agama Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. para sahabat di perbolehkan meninggalkan  kota madinah untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang di milikinya. Proses pendidikan Agama Islam pada masa ini sebagian besar memang di warnai oleh pengajaran/ pembudayan dan sunnah ke dalam lingkungan budaya bangsa –bangsa secara luas pula. Begitu pula dalam pendidikan Agama Islam tidak jauh berbeda di masa Nabi dan Rasul Muhammad yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajran-ajaran Agama Islam oleh perhatian ummat Agama Islam terhadap perluasan wilayah Agama Islam dan terjadi pergelokan politik, Khususnya di masa Ali bin abi Tholib.

  1. Pendidikan Agama Islam di masa Muawiyyah,Abbasiyahdan keKhalifahan selanjutnya (661-1250 M)

Dengan berakhirnya masa kejayaan Khulafaurasyidin mulailah kekuasaan bani Umayyah. Adapun kemajuan peendidikan dan peradaban Abasiyyah mencapai kemajuan terutama pada Khalifah Al-Mahdi (775-785 M) dan puncak kejayaan terutama pada masa Khalifah Al-Mahdi dan puncak popularitasnya baru setelah masa pemerintah Harun Al-Rasyid (785-809 Masehi) dan di teruskan putranya Al-Makmun(813-833 M).

Pada masa Muawiyyah ini (dinasti bani umayyah) Abdul Malik merubah administrasi dan bahasa yunani dan bahasa pahlawan ke bahasa arab. Pada tahun 659 Masehi beliau juga merubah mata uang bizaintum dan Persia seperti dinar dan dirham dengan memakai kata-kata dan tulisan arab dinar dibuat daru emas dan dirham dari perak dan pada zaman inilah mulai adanya ilmu tafsir, Hadist, Fiqih, dan ilmu kalam, Yang menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan ilmiah ini adalah kuffah dan basroh di Iraq.

Diantara monumen/peninggalan terbaik yang di tinggalkan zaman ini untuk generasi-generasi selanjutnya adalah kbah Al-Sakhr (dome of the rock)juga di al quds,Masjid cardova juga di zaman inilah di bangun dan pada tahun 750 Masehi kekuasaannya menurun sehingga akhirnya di patahkan oleh bani abbas.

Pada masa bani Abbas inilah ilmu pengetahuan dan filsafat yunani mecapai Puncaknya terutama di zaman Harun Al-Rasyid dan Al-Ma’mun. Buku – buku tersebut didatangkan dari Kota Bizantium, yang kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Arab, kegiatan ini berlangsung kira-kira satu abad. Adapun Bait Al-Hikmah yaitu merupakan tempat pusat penerjemahan dan juga akademi yang mempunyai perpustakaan yang didirikan oleh Al-Ma’mun.

Dimasa ini pulalah buat pertama kalinya dalam sejarah terjadi kontak antara Agama Islam dengan kebudayaan barat/ yunani klasik yang terbisa di mesir, Syiria, Mesopotamia dan Persia. Sebagaimana yang di tekungkan dalam ayat-ayat al-qur’an yang dimana menganjurkan umat Agama Islam supaya menghargai kekuatan akal yang dianugrahkan allah pada manusia. Dan dari Nabi dan Rasul Muhammad SAW supaya umat Agama Islam senantiasa mencari ilmu pengetahuan, Maka kontak dengan kebudayaan barat itu membawa asa yang gilang-gemilang bagi Agama Islam.

Adapun perguruan tinggi yang di dirikan di zaman ini di antaranya adalah Al-Hikmah di Baghdad dan Al-Azhar Kairo, yang hingga kini masi harum namanya sebagai Universitas Agama Islam yang tertinggi di seluruh dunia.

Al-Ma’mun adalah Khalifah yang banyak jasanya dalam penerjemahan. Ilmuan muslim ini membaca karya yunani sebagai motivasi untuk menggunakan logika dalam membahas ajaran Agama Islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan yang baru. Untuk dialektika (cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan) dari Socrates, idealism ploto dan logika Aristoteles tersebut termasuk berpengaruh terhadap beberapa aliran dalam Agama Islam seperti Qodariyah, As-Sya’riyah, Mu’tazillah.

Daitangan orang-orang kreatif seperti Al-Kindy, Al-Rozy, Al-Faraby, Ibnu Sina, AL-Ghozali, Ibnu Khaldun, Ibnu Thufair, Dll. Pengetahuan Agama Islam telah melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran, teknologi, matematika, geografi dan bahkan sejarah.

  1. Pendidikan Agama Islam Dalam Periode Pertengahan (1250-1800 M)

Agama Islam pada priode pertengahan bisa di bagi menjadi dua, yaitu :

  1. Zaman kemunduran.

Zaman ini berlangsung sekitan 250 tahun. Masa Kemunduran ini di awali dengan hancurnya Baghdad oleh Hulaqohan. Dia membunuh semua keluarga Khalifah, tetapi untunglah salah seorang anak Khalifah abbasiyah bisa melarikan diri ke masir, lalu dia diangkat oleh sultan Mamluk menjadi Khalifah yang berkedudukan di kota Kairo.

Dengan demikian ibu kota alam Agama Islam berpindh ke Kairo, Mesir, begitu juga pusat pendidikan pengajaran ke kairo, ke Al-Jami’ Al-Azhar, system pengajaran saat itu ialah dengan menghafal matan-matan seperti matan Alfiyah, Matan Taqrib dan lain-lain, kemudian barulah mereka menghafal syarahnya.

  1. Zaman tiga kerajaan besar

Pada masa ini ada tiga kerajaan besar, Tiga kerajaan tersebut yang dimaksudkan adalah kerajaan Usmani di Turki (1290-1924 M), kerajaan safawi di Persia (1501-1736 M), dan kerajaan Maghon di india (1526-1858).

Pada masa kejaan Usmani pendidikan mengalami kemunduran. Kali ini di sebabkan banyak ulama’ dan guru-guru yang hanya mempelajari kaidah-kaidah ilmu agama dan bahasa arab, serta sedikit mempelajari ilmu berhitung dan ilmu miqat. Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan ilmiah di eropa. Demikianlah keadaan pendidikan islam pada masa kerajaan Utsman sampai jatuhnya sultan yang terakhir.

  1. Priode Modern (1800 M- Sampai Sekarang)

Priode ini merupakan zaman kebangkitan Agama Islam. Ekspedisi Napoleon di mesri, membuka mata dunia Agama Islam, akan kemunduran umat Agama Islam di samping kemajuan barat, raja dan pemuka- pemuka Agama Islam mulai berfikir utntuk mengembalikan kejayaan umat Agama Islam.

Dengan demikian timbulnya apa yang di sebut pemikiran dan aliran pembaharuan atau modernisasi dalam Agama Islam. Pemuka-pemuka Agama Islam mengeluarkan pemikiran-pemikiran untuk membuat Agama Islam kembali maju. Seperti hal-hal yang dilakukan oleh Mohammad Ali Basyah setelah menguasai mesir tahun 1805 M. Beliau membangun Al-Azhar kembali dan menghidupkan semangat para ulama’ dan belajar yang telah padam. Beliau mengirimkan mereka ke prancis untuk mempelajari ilmu kedokteran, ilmu tehnik, ilmu ketentraman, Dll.

Pembagian lima masa tersebut berkaitan dengan periodesasi sejarah pendidikan Agama Islam, sedangkan pada bagian selanjutnya yaitu periodesasi tentang kajian pendidikan Agama Islam di Indonesia dengan beberapa fase, diantaranya yaitu:

  1. Fase datangnya Agama Islam ke Indonesia.
  2. Fase pengembangan dengan melalui proses adaptasi.
  3. Fase berdirinya kerajaan-kerajaan Agama Islam.
  4. Fase kedatangan orang Barat (zaman penjajahan).
  5. Fase penjajahan Jepang.
  6. Fase Indonesia merdeka.
  7. Fase pembangunan.

sumber :

https://multiply.co.id/pemanasan-global/