SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Perkembangan Islam Di Jazirah Arab

Perkembangan Islam Di Jazirah Arab
Perkembangan Islam Di Jazirah Arab

Perkembangan Islam Di Jazirah Arab

Perkembangan Islam Di Jazirah Arab

Perkembangan Islam Di Jazirah Arab

Perkembangan Islam Periode Mekkah

Pada awalnya agama islam hanya berkembang dikota Mekkah dan sekitarnya. Namun awalnya agama islam  hanya diterima oleh kalangan bahwa seperti orang miskin, wanita pekerja maupun para budak. Sejak  penyebaran agama Islam dilakukan secara terbuka, muncul reaksi perlawanan yang menentang penyebaran islam seperti penyiksaan ,ancaman keselamatan terhadap para pengikut Islam. Sehingga pada tahun 615 Nabi Muhammad SAW mengungsikan pengikutnya ke Habsyah, selanjutnya menjadi Abbesinia (Ethiopia sekarang).
Faktor penyebab terjadinya perlawanan terhadap agama Islam bukan semata-mata karena masalah agama yang dipandang bertentangan dengan kepercayaan asli  masyarakat, tetapi karena faktor politik, yaitu khawatiran terhadap kemungkinan keluarga Abu Muthalib menguasai Mekkah, faktor ekonomi yaitu menurunnya pendapatan para pemahat patung dan faktor sosial, karena kaum bangsawan atau raja tidak setuju derajatnya disamakan dengan rakyat biasa.

Perkembangan Islam Periode Madinah

Terjadinya perlawanan yang menentang penyebaran agama Islam dari Mekkah, menyebabkan Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Tetpi sebelum hijrah dilakukan, telah terjadi peristiwa yang sangat penting, yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada tanggal 27 Rajab tahun 621 M.

Keadaan di Madinah sangat jauh berbeda dengan di Mekkah, kalau di Mekkah, Nabi Muhammad SAW islam dimusuhi dan mendapat perlawanan sehingga tidak mungkin untuk berkembang sedangkan di Madinah Nabi Muhammad SAW disambut dengan gembira, karena kedatangan Nabi sudah lama diharapkan.

Di Madinah perkembangan agama Islam cukup pesat dan penganutnya semakin bertambah banyak. Oleh karena itu, sejak Nabi Muhammad SAW menetap di Madinah, maka masyarakat Madinah menjadi 4 golongan yaitu :

  1. Kaum Muhajirin, terdiri atas orang-orang Mekkah yang ikut serta melakukan hijrah dengan Nabi
    2. Kaum Ashar, terdiri atas orang-orang Madinah yang membantu Nabi Muhammad SAW
    3. Kaum Munafiqin, terdiri dari mereka yang hanya ikut memeluk agama Islam untuk mencari keuntungan lahiriah belaka
    4. Kaum Yahudi, terdiridari golongan pengikut Nabi Musa yang mengetahui ajaran Islam, tetapi tidak sudi meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi atau Rasul.

Setelah beberapa tahun lamanya Nabi Muhammad SAW menetap di Madinah, akhirnya turun perintah jihad, yaitu perang. Perang ini ditunjukkan untuk melawan Mekkah dan mempertahankan Ka’bah. Pertempuran sengit terjadi di gurun Badar dan Uhud (tahun 630 M). ka’bah berhasil dikuasi oleh orang-orang Islam dan akhinya penduduk Mekkah dalam waktu kurang lebih dua tahun sebagian besar Jazirah Arab telah memeluk agama islam. Orang-orang Yahudi dan Kristen yang mengakui kedaulatan agama Islam dibiarkan tetap memeluk agama mereka dan dilindungi harta dan jiwanya.

Kemenangan umat Islam membawa bangsa Arab ke arah persatuan dan kesatuan karena sudah lama bangsa itu hidup dalam perpecahan dan saling bermusuhan. Nabi Muhammad SAW berhasil penuh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Rasul dan pemimpin negara. Namun Nabi Muhammad SAW tidak dapat mengenyam masa kejayaan Islam, karena sesudah menegakkan dasar- dasar yang kukuh, pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 632 M beliau wafat dan dimakamkan di Madinah.

KekhafilahanSetelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, muncullah para Khalifah. Fungsi mereka menggantikan jabatan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara, hakim dan panglima perang. Jabatan khalifah ini terus berlangsung hingga tahun 1923 M dan baru setelah Mustafa kemal Pasha menjadi kepala negara sistem kekhalifahan dihapuskan. Muhammad V merupakan Khalifah terakhir.
Khalifah-khalifah yang pernah berkuasa diantaranya :

Khalifah Abu Bakar

Ada beberapa tindakan yang penting dilaksanakan oleh Khalifah Abu Bakar
(632-634 M), diantaranya :

  • Mengembalikan suku-suku Arab yang murtad ke agama Islam.
    • Membasmi nabi-nabi palsu, seperti Tulaiha, Musilama dan lain-lain
    • Mulainya pengumpulan lembaran surat-surat Al Qur’an
    • Peramalan ekspansi Islam keluar Jazirah Arab

Khalifah Umar Bin Khattab

Ada beberapa tindakan yang penting dari khafilah umar (634-644 M)
diantaranya :
• Tahun Hijrah dijadikan permulaan tahun Islam yaitu tahun 622 M
sama dengan 1 tahun Hijrah
• Daerah Islam diperluas sampai daerah perbatasan India dan Tripoli (di Afrika Utara). Perluasan wilayah ke Asia kecil dan Persia dilakukan oleh Khalid bin Al Walid sedang ke Afrika Utara dipimp Amir bin Al As
• Akibat perluasan wilayah itu, Islam mendapat kekuatan politik di daerah-daerah yang sejak dulu mempunyai kebudayaan tinggi. Kemudian terjadi perpaduan antara agama islam dengan kebudayaan setempat, yang telah terkena pengaruh kebudayaan Yunani.

Khalifah Usman bin AffanJasa besar Khalifah Usman (644-656 M) pada masa pemerintahannya adalah dibukukannya secara resmi kitab suci Al Qur’an. Pekerjaan ini diserahkan kepada Zaid bin Tsabit dan susunan Al Qur’an itu hingga sekarang tidak mengalami perubahan 

Khalifah Ali bin Abi ThalibSetelah berakhirnya pertentangan-pertentangan dalam tubuh Islam maka Ali, menantu Nabi, menduduki jabatan kekhalifahan (656-661 M). Namun, keluarga Ummayah tidak menyetujui Ali sebagai khalifah dan mereka mencalonkan Mu’awaiyah (Gubernur Syria) sebagai khalifah. Akhirnya perang saudara tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam pertempuran di Siffin (657 M) pasukan Mu’awiyah hampir dapat dihancurkan. Tetapi Mu’awiyah menggunakan tipu muslihat dan berdalih untuk mencegah pertentangan maka mengajukan supaya dibentuk Badan menjadi khalifah. Badan Pengadilan menentukan bahwa yang menang adalah Mu’awiyah, keputusan itu tidak memuaskan Ali, sehingga bentrokan berjalan terus. Pada tahun 661 Ali mati terbunuh, dengan demikian mulailah kekhalifahan keluarga Ummayah .

Kekhalifahan UmmayahSetelah kedudukan khalifah dikuasai oleh keluarga Ummayah (661-750 M). Pusat kekuasaan negara Islam dipindahkan keluar Jazirah Arab, yaitu ke Syria (Damaskus)

Pada masa ini, dasar-dasar demokrasi Arab lenyap, karena jabatan khalifah dipegang secara turun temurun. Hidup khalifah sama dengan hidup raja dengan kekuasaannya yang mutlak.

Wilayah kekuasaaan negara islam pada masa ini meliputi wilayah yang sangat luas. Ke sebelah barat sampai ke daerah spanyol dan ke sebelah timur kedaerah Pakistan dan Asia Tenggara. Perluasan wilayah ini dilakukan oleh :
• Musa memimpin tentara islam menyerbu kearah barat menyusuri daerah Afrika utara samapai Maroko. Perjalanan ini dilanjutkan oleh Tarik dan berhasil menduduki semenanjung Iberia serta menguasai Spanyol (712 M)

  • Muhammad Kasim berhasil menduduki daerah lembah sungai Shindu (721 M)
    • 
    Maslama memimpin tentara Islam menyerang konstatinopel tetapi trap serangan dapat dipukul mundur. Baru ada tahun 1453 M konstatinopel dapat dikuasai.
    Pada tahun 750 M, terjadi perebutan kekuasaan terhadap keluarga Ummayah yang dilakukan oleh golongan Abbasiyah dalam perebutan kekuasaan itu, hampir seluruh keluarga Ummayah dimusnahkan. Hanya seorang yang berhasil meloloskandiri, yait Abdur Rachman.

Kekhalifahan Abbasiyah
Pada masa ini pusat kekhalifahan dipinahkan dari Damaskus ke Bagdad. Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258 M) mengalami perkembangan yang cukup pesat dan pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid (786-809 M) mencapai puncak yang gemilang. Hal ini tak lepas dari :
• 
Bagdad merupakan pelabuhan transito dan perdagangannya maju pesat
• Buku-buku filsafat dan ilmu pengetahuan baik dari Yunani maupun dari Persia diterjemahan kedalam bahasa dan huruf Arab
• Harun Al Rasyid mengadakan persahabatan dengan Karel Agung (Perancis). Peristiwa ini terjadi berdasarkan situasi politik sebagai berikut :

  • Bagdad bermusuhan dengan Byzantium dalam memperebutkan Asia kecil
  • Bagdad bermusuhan dengan keamiran Cordoba dalam memperebutkan daerah pantai utara Afrika dan juga karena Cordoba tidak mau mengakui kekhalifahan Bagdad
  • Perancis bermusuhan dengan Cordoba dalam memperebutkan daerah Spanyol Utara, juga bermusuhan dengan Byzantium karena daerah Italia.

Dalam perebutan berikutnya kekhalifahan mengalami kemunduran. Hal ini
disebabkan oleh :
• Terjadinya perebutan jabatan khalifah diantara keluarga sediri, sehingga dalam istana terdapat kelompok-kelompok yang saling bertentangan
• Pertentangan itu mengakibatkan pemerintahan pusat menjadi lemah, sehingga daerah-daerah bagian banyak yang memerdekakan diri

Kekhalifahan CordobaAbdur Rachman, satu-satunya keturunan kekhalifahan Ummayah yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan golongan Abbasiyah mendirikan kekhalifahan Cordoba di Spanyol. Ia tetap menyebut dirinya Amir dan tidak mau mengakui kekhalifahan Bagdad. Baru pada masa kekuasaan Abdur Rachman III, Cordoba menyatakan dirinya sebagai khalifah dan kedudukannya seimbang dengan kekhalifahan Bagdad (929 M).

Pada jaman kekhalifahan Cordoba ilmu Pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat. Masjid-masjid banyak dibangun istana dan perpustakaan didirikan ahli-ahli bangunan, tabib, pengarang, ahli-ahli fikir, ahli pakaian dan ahli-ahli kemasyarakatan banyak terdapat di Cordoba.

Kemajuan dalam bidang kebudayaan itu mendorong orang-orang Eropa untuk belajar di spanyol. Kebudayaan dari timur yang telah tinggi dan juga warisan kebudayaan Romawi danYunani Kuno yang telah hidang dari Eropa Barat, diketemukan kembali melalui Islam di spanyol .

Daerah kekuasaan Islam pada perkembangan selanjutnya makin sempit. Akan tetapi, pikiran-pikiran Islam makin meluas. Apabila mula-mula mempertahankan dan meluaskan pengaruh Islam dengan pedang, tetapi pada waktu-waktu berikutnya perluasan Islam dilakukan dengan jalan damai yaitu melalui perdagangan. Melalui perdagangan inilah Islam masuk ke wilayah Indonesia.

Sumber: https://sel.co.id/