SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI
SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PPNI

Yang terhormat:
Menakertrans R.I, Bapak Jacob Nuwea
Sekjen PERSI, Dr. H. Muki Reksoprodjo
Direktur Pengawan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Para Undangan

Assalamualaikum Wr. Wb,
Para hadirin yang terhormat,
Pengembangan keperawatan sebagai profesi tidak dapat terlepas dari upaya pemantapan tiga pilar utama profesi yaitu pendidikan, pelayanan dan kehidupan keprofesian. Indonesia telah memilih untuk menata sistem pendidikan tinggi keperawatan sebagai upaya awal dan kunci peletakan landasan pengembangan profesi keperawatan. Dengan harapan lulusan dari sistem pendidikan keperawatan merupakan input bagi sistem pelayanan dan berperan aktif dalam pengembangan keilmuan dan teknologi keperawatan dalam satu konteks yang utuh dan saling
tergantung. 
Dalam upaya pengembangan keperawatan sebagai suatu profesi inilah, PPNI berperan sebagai pengawal pengembangan keperawatan tersebut dan memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan/asuhan keperawatan yang bermutu dan cost effective sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, terpenuhi.

Sebagaimana yang telah diakui oleh 187 negara di dunia dalam World Health Assembly Meeting ke 54, Mei 2001 yang lalu tentang pentingnya Strengthening Nursing and Midwifery Services. Dan menghimbau tiap negara untuk melibatkan perawat dalam perencanaan dan implementasi kebijakan kesehatan; meninjau, menyusun dan mengimplementasikan rencana strategic nasional dan model pendidikan, regulasi danpraktik keperawatan serta memastikan bahwa tiap perawat memiliki kompetensi dan pengetahuan yang memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilayani. Bahkan ditekankan tentang pentingnya kebijakan dan program yang menjamin lingkungan kerja yang sehat, sistem penghargaan dan jenjang karir yang transparan. Pada WHA ke 56 tahun 2003, tiap negara, termasuk Indonesia akan diminta melaporkan tentang upaya pengembangan keperawatan yang sudah dilakukan sesuai resolusi yang disepakati.

Meningat perlindungan kepada kepentingan masyarakat sebagai konsumer eksternal tidak bisa terlepas dari perlindungan terhadap tenaga keperawatan sebagai konsumer internal. Mengingat asuhan keperawatan yang professional dan manusiawi hanya dapat diberikan oleh perawat dengan kualifikasi professional dan akrab dengan perlakuan yang manusiawi, maka tidak dapat dipungkiri bahwa semua ini tidak bisa terlepas dari kondisi dan lingkungan kerja perawat.

Lingkungan kerja baik fisik maupun non-fisik yang bersifat multidimensi sangat mempengaruhi rekrutmen dan retensi perawat serta mutu praktik keperawatan. Indonesia jangan sampai terlena dan mengira bahwa kita tidak akan pernah kekurangan perawat, karena memilih keperawatan sebagai karir sangat ditentukan oleh citra keperawatan dan lingkungan kerjanya. PPNI sangat menyadari betapa kompleksnya masalah yang dihadapi oleh profesi keperawatan, baik dalam aspek pendidikan, pelayanan, penelitian maupun kehidupan keprofesian. Sistem yang sudah ada sekarang masih kurang berpihak pada profesi keperawatan. Dalam hal pendidikan, + 70% perawat masih berpendidikan SPK yaitu setara SLA. Mereka dibebani pekerjaan melebihi kompetensi yang dimiliki dan sering dipersalahkan untuk sesuatu yang mereka tidak disiapkan.

Baca Juga :