SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan

Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan
Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan

Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan

Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan

Semarak Hardiknas, Mendikbud Ajak Pemangku Kepentingan Kejar Ketertinggalan

Kemendikbud —- Menyemarakkan pekan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Malang, Jawa Timur. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang secara langsung membuka seminar Semarak Hardiknas 2018 mengajak semua pemangku kepentingan yg trrlibat untuk bersama mengejar ketertinggalan pendidikan di Indonesia.

Menurutnya salah satu cara untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan melatih kemampuan para tenaga pendidik dan meningkatkan kualitas penilaian hasil belajar siswa.

“Secara bertahap pemerintah mendorong pembelajaran abad 21 yang salah satu cirinya adalah penalaran,” tutur Menteri Muhadjir. “Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk mampu mengajar dan melakukan evaluasi atau penilaian hasil belajar dengan metode yang mendorong penalaran tingkat tinggi,” lanjutnya.

Karena untuk saat ini, standar pendidikan di Indonesia masih di bawah, yg dalam hal ini

menggunakan acuan PISA (Programme for International Student Assessment).

“Standar yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA. Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita,” jelas Muhadjir.

Ia pun menginginkan agar generasi muda bisa sesuai dengan zamannya, gar mereka jauh lebih

baik dari generasi sebelumnya.

Acara ‘Semarak Hardiknas Jawa Timur 2018′ ini didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, serta berbagai komunitas pegiat pendidikan dan kebudayaan, juga perwakilan dunia usaha dan industri.

 

Sumber :

http://www.macrothink.org/journal/index.php/ajfa/comment/view/11810/10136/10717