SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Spermatophyta

Spermatophyta
Spermatophyta

Spermatophyta

Ciri-ciri Tumbuhan Biji

  1. Biji dihasilkan oleh bunga atau runjung
  2. Sperma menuju sel telur melalui tabung serbuk sari
  3. Memiliki saluran (xilem dan floem) untuk mengangkut air, mineral, makanan, dan bahan-bahan lain
  4. Memiliki klorofil

Spermatophyta Terdiri Atas;

  • Gymnospermae
  • Angiospermae

Ciri-ciri Gymnospermae

  1. Meliputi tumbuhan yang berupa semak-semak atau pohon-pohon yang batangnya keras dan berkayu
  2. Merupakan akar tunggang dan batangnya bercabang-cabang
  3. Daunnya kaku, sempit, jarang, serta berdaun pipih
  4. Bunga yang sesungguhnya belum ada
  5. Bakal biji terdapat pada badan mirip makroskofil dan disebut daun buah
  6. Serbuk sari terdapat pada badan sehingga tumbuhan biji disejajarkan dengan paku heterospora

 Ciri-ciri Tumbuhan Biji Tertutup ( Angiospermae):

  1. Ada bunga yang sesungguhnya
  2. Daunnya pipih,lebar, dengan susunan tulang yang beraneka ragam
  3. Bakal biji atau biji tidak tampak
  4. Selisih waktu yang relatif pendek antara penyerbukan dan pembuahan
  5. Adanya pembuahan ganda
  6. Meliputi tumbuhan kecil, semak-semak dan perdu, dan pohon besar
  1. ANIMALIA

Kingdom animalia adalah organisme yang memiliki ciri eukaryotik, multiseluler, tidak memiliki klorofil dan dinding sel, hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), dan  dapat bergerak pindah tempat/bebas untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya,

  1. Ciri Umum:
  2. Bersifat eukariotik, multiseluler, dan heterotrophy
  3. Tidak mempunyai dinding sel
  4. Umumnya dapat bergerak aktif
  1. Klasifikasi:

Dibedakan menjadi phylum:

  1. Porifera
  2. Coelenterate
  3. Platyhelminthes
  4. Nemahelminthes
  5. Annelida
  6. Mollusca
  7. Arthropoda
  8. Echinodermata
  9. Chordata
  10. Porifer
  11. Ciri:

Disebut hewan berpori (spons) karena banyak memiliki lubang masuknya air yang disebut ostia dan lubang keluarnya air yang disebut oskulum. Ostia – spongosol – oskulum membentuk system saluran air yang berfungsi untuk memperoleh makanan dan oksigen.

Dinding tubuh tersusun atas dua lapis sel, yaitu bagian luar tersusun atas sel-sel pinakosit yang berfungsi untuk pelindung dan bagian dalam yang tersusun atas sel-sel koanosit, yaitu sel-sel yang berbentuk botol dan mempunyai flagel. Lapisan koanosit berfungsi mengalirkan air, menangkap bahan makanan dan mencernanya.

  1. Reproduksi

Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas (gemmule), sedangkan reproduksi secara seksual terjadi melalui peleburan gamet jantan dengan betina. Porifera bersifat hermafrodit tetapi dalam proses perkembangbiakannya tetap membutuhkann individu lainnya.

  1. Klasifikas

Porifera dapat dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Calcarea (mempunyai rangka dari zat kapur). Hexactinellia (mempunyai rangka dari zat kersik atau silikat). Demospongia (mempunyai rangka dari zat sponging atau spongin dengan silikat). Beberapa anggota kelas demonspongia bisa dimanfaatkan sebagai alat gosok

sumber: https://pesantrenkilat.id/iphone-2019-akan-dibekali-sensor-3d-di-bagian-belakang/