SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KARET

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KARET
TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KARET

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KARET

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KARET

Pemeliharaan TBM 

a. Strip Weeding/Penyiangan 
Adalah penyiangan gulma di sekitar bibit yang telah ditanam, tanaman harus bersih dari gulma pada jarak 1m ke arah kanan dan 1 m ke arah kiri. Strip widing dilakukan setiap 1 – 3 bulan sekali tergantung jumlah gulma yang tumbuh. Cara yang digunakan dapat menggunakan herbisida atau secara manual/dengan cangkul atau dengan herbisida Round up/Matador. Tujuan Strip Widing adalah :

  • Menjaga tanaman dari gulma yang dapat merugikan
  • Menghindari tanaman dari penyakit yang dibawa gulma
  • Efisiensi pemupukan

Penyiangan pada areal tanaman karet yang berumur kurang dari satu tahun dilakukan secara manual dengan menyiang rumput secara melingkar di sekitar tanaman dengan radius 50 cm. Selanjutnya tanaman yang sudah berumur lebih dari satu tahun penyiangan dapat dilakukan secara melingkar ataupun mengikuti jalur penanaman karet dengan jarak 1.5 – 2 meter dari barisan pohon. Penyiangan dapat dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan herbisida. Rotasi penyiangan akan tergantung dari kecepatan pertumbuhan gulma. Pada areal dengan laju pertumbuhan gulma yang tinggi, rotasi penyiangan dilakukan 2 minggu sekali, tetapi pada lokasi pertumbuhan gulma yang biasa, rotasi penyiangan dapat dilakukan 3 minggu sekali.

b. Penunasan/Pewiwilan 
Setelah usia tanaman 1-3 bulan harus dilakukan pengontrolan yaitu pengamatan terhadap kondisi tanaman terutama daun/tunas yang kurang tumbuhnya kurang baik. Setelah tahap ini dilakukan tahap selanjutnya adalah penunasan/pewiwilan. Tujuan dari penunasan adalah untuk mendapatkan tanaman yang baik/subur dengan bentuk batang yang tegak/lurus dan kulit batang mulus. Tunas yang dipotong adalah tunas yang kurang baik tumbuhnya, bisa berupa tunas samping atau tunas atas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penunasan adalah :

  • Tunas-tunas liar yang tumbuh di luar mata okulasi dihilangkan dengan pisau sampai pangkal tunas.
  • Setelah mata okulasi tumbuh dijaga agar tumbuh lurus ke atas. Tunas-tunas samping diwiwil sampai 2.5 m dari permukaan tanah.
  • Frekuensi penunasan dilakukan 2 minggu sekali terutama pada tahun pertama setelah penanaman.

c. Penyisipan/penyulaman 
Adalah penggantian tanaman yang mati akibat penyakit atau akibat kerusakan lainnya dengan tanaman yang baru (tautan usianya tidak jauh berbeda). Sebelum penyisipan harus dilakukan inventarisasi terlebih dahulu, inventarisasi adalah pendataan tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik. Biasanaya karena patah batang, serangan penyakit Jamur Akar Putih (JAP), kanker garis. Presentase keberhasilan tanaman ulang adalah 98.5% sedangkan sisanya (1.5%) biasanya harus di sisip.

d. Perangsangan percabangan 
Pada tanaman karet muda sering dijumpai tanaman yang tumbuhnya meninggi tanpa membentuk cabang. Tanaman ini pertumbuhan batangnya lambat sehingga terlambat mencapai matang sadap. Tanaman muda yang demikian, pada bagian ujungnya mudah dibengkokkan oleh angin, akibatnya akan tumbuh tunas cabang secara menyebelah, sehingga tajuk yang terbentuk tidak simetris. Keadaan cabang seperti tersebut di atas akan sangat berbahaya karena cabang mudah patah bila ada angin kencang. Ketinggian cabang yang dikehendaki umumnya antara dua setengah sampai tiga meter dari atas pertautan okulasi. Bagi klon-klon yang pertumbuhan cabangnya lambat dan baru terbentuk di atas ketinggian tiga meter, perlu dilakukan perangsangan untuk mempercepat pembentukan cabang agar tajuk tanaman lebih cepat terbentuk.

1. Pembuangan ujung tunas 
Kurang lebih pada ketinggian 2m – 3m dari pertautan okulasi, tunas muda yang baru tumbuh di atas daun payung teratas dibuang dengan jalan dipotes atau di gunting.

2. Penutupan ujung tunas 
Ujung tunas muda yang baru tumbuh serta masih berdaun merah dan lemas, ditutup atau dikerudungi dengan kertas atau kain yang sudah dicelup dengan parafin. Setelah tujuh hari, daun-daun yang tadinya berwarna merah, telah mengeriput dan tiadak berkembang.

3. Pengguguran daun (perompesan) 
Payung teratas yang sudah tua pada tanaman berumur 1,5 – 2 tahun dirompes seluruhnya. Tiga minggu kemudian tunas calon cabang akan tumbuh.

4. Pemenggalan batang 
Pemenggalan batang dilakukan pada ketinggian 2,5 – 3 tahun sedikit di atas kumpulan mata. Pemenggalan ini dilakukan pada waktu tanaman muda berumur 1 – 24 bulan, dimana pada waktu tersebut tanaman sudah mencapai tinggi kurang lebih lima meter. Pemenggalan dilakukan pada waktu awal musim hujan.

Perawatan Tanaman Menghasilkan 
a. Strip Weeding/penyiangan 
Strip widding adalah menyiangi areal selebar 1 m pada sisi kanan dan 1 m pada sisi kiri pohon karet dari gulma atau tanaman pengganggu. Gulma yang tumbuh disekitar pohon karet akan membawa pengaruh yang kurang baik terhadap pohon karet. Pengaruh yang kurang baik itu adalah :

  • Menjadi kompetitor tanaman karet untuk mendapatkan unsur hara, udara dan tempat tumbuh.
  • Mengganggu dalam pemupukan tanaman karet.
  • Menurunkan produksi karet kering
  • Sebagai tempat persembunyian berbagai macam hama tanaman karet ada juga gulma yang berperan sebagai inang penyakit pada tanaman karet.

Untuk mengurangi laju pertumbuhan gulma pada gawangan tanaman, dapat dilakukan dengan penanaman penutup tanah kacangan. Penanaman kacangan ini berfungsi selain untuk mengurangi laju pertumbuhan gulma juga untuk mencegah erosi dan menambah kandungan bahan organik dalam tanah. Pertumbuhan kacangan yang cepat akan menekan pertumbuhan gulma. Sebagi konsekuensi dari pertumbuhan kacangan yang cepat maka harus dilakukan rotasi pengendalian kacangan dengan frekuensi yang lebih sering, karena apabila terlambat pengendaliannya tanaman kacangan akan melilit batang pohon karet.

Pemupukan 
Salah satu aspek yang penting dalam hal pertumbuhan dan peningkatan produktivitas tanaman karet adalah pemupukan. Pemupukan harus memenuhi tiga syarat yaitu (1) tepat waktu, (2) tepat cara dan (3) tepat dosis, apabila tiga syarat ini tidak ditepati maka produksi akan kurang optimal. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan ketika tanaman sedang membentuk daun muda.

Untuk mengurangi hilangnya pupuk karena erosi dan run off maka aplikasi pupuk harus benar-benar diperhatikan, sebaiknya pupuk yang mudah menguap (urea) harus dibenam bukan di tabur. Untuk daerah yang berlereng aplikasi pupuk seluruhnya harus dibenam (pocket) tujuannya agar tidak terbawa erosi. Waktu pemupukan dilakukan pada saat tanaman flush (daun muda mulai tumbuh).


Baca Juga :

RECENT POSTS