SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

UDARA DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

UDARA DI LINGKUNGAN PERKANTORAN
UDARA DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

UDARA DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

UDARA DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

Faktor lingkungan kantor lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pegawai adalah kondisi udara di dalam kantor. Jika diasumsikan pegawai akan menghabiskan 90 persen jam kerjanya di dalam ruangan (kurang lebih 2.500 jam per tahun), kualitas udara patut menjadi perhatian utama Manajer Administrasi. Sebagian besar bangunan perkantoran saat ini memiliki udara yang mengandung zat kimia dan biologi dari pada di luar ruangan. Hal ini disebabkan oleh off-gas(bahan kimia yang dihasilkan oleh penuaan gedung maupun beberapa alt perkantoran, misalnya furnitur serta penutup lantsi yanh jarang dibersihkan). Kondisi inilah yang akan menimbulkan Sick Building Syndrome (sindrom gedung sakit) dan menyebabkan pegawai permanen mengalami kepusingan permanen jika mereka menghirupnya dalam waktu yang relatif lama (Damato dan Richter,2003).

Beberapa faktor kualitas udara yang perlu diperhatikan adalah temperatur, kelembaban, ventilasi, serta kebersihan udara.

2.6.1  Temperatur Udara

Tempatur ideal yang digunakan pada ruang kantor adalah Celcius, sehingga tubuh pegawai tidak terkejut ketika memasuki ruang kantor. Apabila di luar kantor sedang panas dengan temperatur 30◦ C, sebaiknya temperatur diatur 26◦  C, dan apabila mperatur di luar sebesar 14◦ C, sebaiknya temperatur di dalam kantor diatur pada tingkat 18◦ C. Di masa depan, energi matahari, tidak diragukanlagi akan menjadi sumber pemanas utama dalam bangunan perkantoran di beberapa bagian dunia. Tergantung pada lokasi geografi bangunan, energi matahari mungkin dapat memberikan semua pemanasan yang dibutuhkan.

2.6.2   Tingkat Kelembaban Udara

Tingkat kelembaban udara dipengaruhi temperatur udara. Jika tingkat kelembabban udara sesuai dengan skala yang direkomendasikan, maka temperatur pada perkantoran dapat diturunkan pada musim dingin dan dinaikan pada musim panas tanpa mengurangi kenyamanannya. Sistem air-conditioning untuk segala musim akan melembabkan udara pada musim dingin, dan sebaliknya akan mengurangi kelembaban udara pada musim panas. Menurut Quible (2001), tingkat kelembaban udara antara 40-60% akan memaksimalkan kenyamanan bagi pegawai di ruang kantor. Tingkat kelembaban optimum adalah sekitar 50%.

2.6.3  Sirkulasi Udara

Pada beberapa tempat kerja, terutama yang peralatannya menghasilkan  panas, harus disirkulasikan untuk menghasilkan kenyamanan. Tanpa sirkulasi udara, temperatur udara sekitar akan meningkat dan keberadaan off-gas, seperti yang dibahas sebelumnya, akan semakin menetap di tempat yang sama dan mengakibatkan gangguan pernafasan serta gangguan fisik lainnya pada pegawai. Tingkat pergantian uadara rata-rata yang cukup adalah 0,67 m  per menit per orang atau setara dengan 102  96  64 cm yang harus disirkulasikan setiap menitnya untuk tiap karyawan pada area tertentu. Sirkulasi volume udara yang lebih besar akan diperlukan apabila merokok diperbolehkan pada area kerja. Sebagian besar AC.

2.6.4  Kebersihan Udara

Alat yang didesain untuk membersihkan udara dipasang pada beberapa bangunan perkantoran guna membersihkan udara dari kuman, debu, dan kotoran. Sebagian besar AC yang dipasarkan pada saat ini telah dilengkapi dengan alat tersebut. Cahaya ultraviolet digunakan untuk membunuh kuman, serta filter mekanik digunakan untuk membuang debu serta kotoran lain. Kebersihan udara dan pemakaian energi listrik menjadi pertimbangan yang besar, karena bangunan akan menjadi lebih kedap udara dan pemakaian energi listrik menjadi lebih efisien. Apabila udara yang sama menetap pada ruangan yang sama, hal itu akan menjadikannya tidak bersih dan tidak segar


Sumber: https://merkterbaru.id/