SuryaMasRental.Co.ID

Situs Teknologi Otomotif dan Mekanik Terupdate Paling Lengkap Di Dunia

Waspadai Penuaan Tulang Belakang di Usia 40-an

Waspadai Penuaan Tulang Belakang di Usia 40-an
Waspadai Penuaan Tulang Belakang di Usia 40-an

Waspadai Penuaan Tulang Belakang di Usia 40-an – Proses degeneratif pada tulang belakang merupakan situasi medis yang ditandai hilangnya struktur normal atau menurunnya faedah tulang belakang secara bertahap.

Kondisi ini tidak dapat dihindari individu. Namun, andai terus tidak dipedulikan seiring berjalannya waktu, masalah kesehatan berhubungan tulang belakang ini akan meningkat berat. Beberapa masalah degenerasi tulang belakang yang tidak sedikit terjadi di masyarakat di antaranya osteoporosis, artritis, dan kehancuran bantalan sendi tulang belakang.

Dr Heri Amlnuddln SpBS(I), Spesialis Bedah Saraf Brain & Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, mengatakan, penyebab utama penyakit degeneratif tulang belakang ialah usia, walau dapat diakibatkan faktor lain laksana tumor dan infeksi.

“Seiring meningkatnya usia, tulang belakang pun mengalami penuaan,” ujarnya. Contoh yang sangat sering ditemukan ialah bantalan sendi tulang belakang yang semakin kehilangan cairan, menjadikan kegunaannya sebagai peredam kejut berkurang sehingga menambah cedera tulang belakang.

Meski demikian, tidak sedikit faktor beda yang berperan pada terjadinya proses degenerasi tulang belakang, laksana trauma, kurangnya asupan nutrisi, hal genetik, pekerjaan, merokok, serta hal mekanik, termasuk kelaziman mengusung benda berat dan memutar tubuh secara berlebihan. Gangguan ini lazimnya terjadi pada umur atas 40 tahun, trauma ringan, atau kegiatan fisik yang tidak biasa dilaksanakan sehingga mengakibatkan nyeri punggung, nyeri otot, sampai kejang otot.

Contoh beda degenerasi tulang belakang yang bisa terjadi mencakup munculnya osteophytes atau perkembangan taji tulang di dekat sendi facet (facetjoint syndrome) dan ruas-ruas tulang belakang, penebalan ligamen dan rongga tulang belakang yang lantas menekan saraf, sampai hilangnya kepadatan tulang belakang (osteoporosis).

“Gejala yang sering hadir pada degenerasi tulang belakang di samping nyeri ialah deformitas tulang belakang, keterbatasan gerak, kekurangan anggota tubuh, penurunan faedah sensoris, gangguan buang air besar dan kecil, serta disfungsi seksual,” beber dr Heri.

Di samping melihat fenomena klinis yang dirasakan pasien, dokter bedah saraf mendiagnosis degenerasi tulang belakang melewati pemeriksaan X-ray tulang belakang, tergolong di antaranya magnetic resonance imaging (MRI) guna melihat situasi bantalan sendi, saraf, dan rongga tulang belakang.

Pemeriksaan computed tomography (CT) scan pun dapat dilaksanakan jika terjadi inkonsistensi antara hasil MRI dan fenomena klinis yang ditunjukan pasien. Osteoporosis Salah satu jenis degenerasi tulang belakang yang tidak sedikit dialami masyarakat ialah osteoporosis.

Berkurang atau hilangnya kalsium pada tulang belakang mengakibatkan melemahnya struktur atau kepadatan tulang sehingga menambah risiko fraktur. Fraktur tulang belakang, pun disebut fraktur kompresi, dapat mengakibatkan nyeri pinggang yang menjadikan penderitanya kendala berdiri, jalan, duduk, atau mangangkat sebuah benda.

Gejala beda yang dapat dimunculkan pada fraktur tulang belakang ialah berkurangnya berat badan penderita. Wanita umur 40 tahun ke atas ingin mengalami osteoporosis. Data beda bahkan menunjukan bahwa 40% perempuan dengan umur di atas 80 tahun dijamin mempunyai osteoporosis tulang belakang.

“X-ray dan CT scan dapat dipakai untuk menolong mendiagnosis osteoporosis,” kata dr Ibnu Benhadl SpBS(K), Spesialis Bedah Saraf Brain & Spine Bunda Neuro Center, Jakarta.

Tidak menutup bisa jadi dokter menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang memakai dual X-ray absorptiometry (DXA/DEXA) scan. Saat diagnosis ditegakkan, dokter dapat menyerahkan obat-obatan yang bertujuan menangkal terjadinya fraktur tulang belakang.

Berdasarkan keterangan dari dr lbnu, obat-obatan ini bekerja dengan teknik memperkuat tulang dan menangkal pengeroposan. Beberapa obat osteoporosis yang telah mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat di antaranya bisfosfonat, calcitonin, dan teriparatide.

Baca Juga: